BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga Komplek A Yani 2, Jalan Veteran, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, mengeluhkan banjir rob yang telah menggenangi lingkungan permukiman mereka selama lebih dari 10 hari terakhir. Selain belum menunjukkan tanda-tanda surut, genangan air itu juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.
Pantauan klikkalsel.com di lokasi, air masih menggenangi jalan lingkungan hingga halaman rumah warga. Sejumlah titik terlihat mulai berlumut, menandakan genangan telah berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diperparah aroma tak sedap menyerupai bau selokan, terutama saat cuaca panas.
Salah seorang warga, Zainal Arifin, menyebut banjir rob kali ini tergolong paling lama dibandingkan kejadian sebelumnya. Dampaknya, aktivitas ekonomi warga ikut terhenti.
“Ini paling lama. Ada pedagang yang sudah sekitar 10 hari tidak bisa berjualan,” ujar Zainal, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, meski pada siang hari air terlihat sedikit surut, genangan tetap bertahan di permukaan jalan dan pekarangan rumah. Sebaliknya, pada malam hari ketinggian air kembali meningkat.
“Kalau siang ya begini saja, airnya tetap menggenang. Malam justru lebih tinggi,” imbuhnya.
Baca Juga : Gerak Cepat Wali Kota Banjarmasin Sambangi Warga Sungai Gampa yang Terendam Banjir Hampir Sepekan
Baca Juga : Pemko Banjarmasin Terus Cari Solusi Penanganan Banjir Rob
Genangan berkepanjangan itu tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan lingkungan. Zainal mengungkapkan, sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit.
“Airnya sudah lebih dari 10 hari tidak surut dan baunya tidak enak, seperti selokan. Ada warga yang mengeluh sakit kulit,” tuturnya.
Bau menyengat disebut semakin terasa pada siang hari. Warga bahkan terpaksa menutup pintu dan jendela rumah untuk meminimalkan aroma yang masuk ke dalam rumah.
“Kalau panas baunya makin kuat. Kami khawatir dampaknya ke kesehatan, apalagi di sini banyak anak-anak dan lansia,” katanya.
Selain itu, akses keluar masuk lingkungan permukiman juga terganggu. Beberapa ruas jalan terpaksa ditutup sementara karena genangan air cukup tinggi dan sulit dilalui.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun instansi terkait untuk segera menangani banjir rob tersebut. Mereka meminta solusi konkret, mulai dari perbaikan sistem drainase hingga normalisasi sungai.
“Kami berharap ada langkah cepat dan nyata. Jangan dibiarkan berlarut-larut, misalnya sungainya dikeruk sampai kedalaman dua meter,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





