MARABAHAN, klikkalsel.com – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Kuala (Batola) berdampak langsung pada dunia pendidikan. Puluhan satuan pendidikan di beberapa kecamatan terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem Belajar Dari Rumah (BDR) karena akses menuju sekolah terendam air.
Kondisi tersebut terjadi hampir merata di Kecamatan Mandastana dan Jejangkit, serta sebagian wilayah Tabukan, Bakumpai, dan Kuripan. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 4 Mandastana yang berada di jalur poros menuju Kecamatan Jejangkit.
Kepala SMP Negeri 4 Mandastana, Suprianto (58), mengatakan banjir telah berlangsung sekitar satu pekan. Setelah libur semester berakhir, siswa hanya sempat mengikuti pembelajaran tatap muka selama satu hari sebelum akhirnya kembali dialihkan ke BDR.
“Setelah itu langsung mengikuti edaran dari Dinas Pendidikan untuk melaksanakan BDR. Meski begitu, para guru tetap hadir ke sekolah untuk memastikan proses pembelajaran daring berjalan,” ujar Suprianto, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, genangan air mengelilingi lingkungan sekolah dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter di halaman. Sementara ruang kelas masih relatif aman, akses menuju sekolah dan permukiman siswa terendam lebih dalam.
“Bukan hanya halaman sekolah, jalan menuju rumah siswa juga tergenang. Bahkan di luar lingkungan sekolah, airnya lebih tinggi,” katanya.
Baca Juga : Gubernur H. Muhidin Tepis Spekulasi Banjir Balangan Akibat Tambang
Menurut Suprianto, banjir kali ini mengingatkan pada peristiwa serupa yang terjadi pada 2021, ketika air sempat masuk dan merendam seluruh ruang kelas. Saat ini, SMP Negeri 4 Mandastana memiliki 80 siswa dari kelas VII hingga IX.
“Kami berharap air segera surut agar pembelajaran tatap muka bisa kembali dilakukan. Namun jika air terus naik, BDR kemungkinan berlangsung cukup lama karena ini juga dipengaruhi air kiriman dari daerah lain,” ujarnya.
Berdasarkan data dashboard satuan pendidikan terdampak banjir, tercatat sebanyak 89 sekolah di Kabupaten Barito Kuala terdampak. Rinciannya meliputi 26 PAUD, 53 SD, 7 SMP, serta 3 SMA/SMK.
Adapun sekolah yang saat ini melaksanakan pembelajaran daring tersebar di Kecamatan Mandastana, Jejangkit, Tabukan, Bakumpai, dan Kuripan.
Di antaranya SDN Rantau Bamban, SDN Bahandang 1 dan 2, SDN Balukung 1 dan 2, SDN Pantang Raya, SDN Panca Karya, SD Negeri Semangat Karya, SD Islam Al-Fatih, TK Ar-Rahman, SMPN 2 Kuripan, SDN Jarenang, SD Negeri Jejangkit Muara 1 dan 2, TK Tunas Harapan 1, TK Negeri 3 Mandastana, SD Negeri Sampurna 2, TK Harapan Masa, KB Tunas Harapan, SDN Antasan Segera 1 dan 2, hingga SMP Negeri 4 Mandastana dan SMP Negeri 1 Mandastana.
Selain itu, sejumlah TK dan kelompok bermain (KB) juga ikut terdampak, seperti TK Bunga Dahlia, TK Semangat Bunda, KB Flamboyan, KB Karya Ibu, TK Pelangi, serta KB Budi Luhur.
Hingga kini, pihak sekolah dan orangtua berharap kondisi banjir segera membaik agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal tanpa harus melalui pembelajaran jarak jauh yang dinilai kurang optimal bagi sebagian siswa. (airlangga)
Editor: Abadi





