Seorang ABK Diduga Tenggelam di Sungai Alalak, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Relawan water rescue saat mengumpulkan informasi dan hendak melakukan pencarian dengan cara penyelaman

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di perairan Sungai Alalak, tepatnya di kawasan Jembatan Sungai Alalak, Banjarmasin, Selasa (20/1/2026) sore.

Korban diketahui bernama Mail (22), warga asal Sulawesi. Saat kejadian, kapal tempat korban bekerja tengah sandar di tepi Sungai Alalak.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan minta tolong dari arah sungai.

Ari (48), seorang pekerja yang saat itu berada di dalam speed boat, mengaku terkejut mendengar teriakan tersebut.

“Saya sedang di dalam speed, tiba-tiba dengar ada orang teriak minta tolong,” ujarnya.

Mendengar hal itu, Ari langsung bergegas keluar dan berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan pelampung ke arah korban. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Pelampung sudah saya lempar, tapi korban keburu tenggelam,” katanya.

Baca Juga : Sempat Jadi Pertanyaan Publik, Polisi Ungkap Data Motor Plat Merah Kecelakaan Maut Jembatan Kembar

Baca Juga : Mahasiswa Tolak Pilkada Lewat DPRD, Pimpinan DPRD Kalsel Tegaskan Bukan Kewenangan Daerah

Sementara itu, Jaliansyah rekan korban, menceritakan, sebelum kejadian dirinya bersama Mail sempat mandi sore di sungai usai bekerja sebagai ABK SPUB. Korban mengajak untuk berenang di samping kapal.

“Ia (korban) ajak berenang, ya saya jawab boleh saja,” ujar Jaliansyah.

Saat itu, kondisi Sungai Alalak diketahui sedang berarus deras. Meski demikian, korban disebut bisa berenang. Namun nahas, saat berada di sungai korban diduga terseret arus dan sempat meminta pertolongan.

“Mang tolong, katanya. Waktu saya mau menolong, korban sudah hilang,” ungkapnya.

Usai kejadian, sejumlah personel dari Polairud Polresta Banjarmasin Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan serta relawan emergency dan Basarnas terlihat berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan saksi.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dan pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Korban diketahui telah bekerja sebagai ABK selama kurang lebih dua tahun tersebut. (airlangga)

Editor : Akhmad