MARTAPURA, klikkalsel.com – Banjir melanda Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, memaksa sejumlah warga mencari tempat aman untuk mengungsi atau tinggal sementara waktu.
Salah satunya Muhammad Syahid, yang memilih mengungsi ke atap Masjid Syiarul Islam setelah rumahnya terendam banjir selama beberapa hari terakhir.
Syahid mengatakan, ketinggian air di sekitar pemukiman warga mencapai 30 hingga 40 sentimeter dan mulai naik sejak beberapa hari lalu. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk untuk beristirahat di dalam rumah.
“Karena banyu sudah mulai naik nih, rumah sudah terendam, jadi ulun (saya) memilih tinggal di atap masjid,” ujarnya, Rabu (31/12/2025) sore.
Ia mengungkapkan, sudah sekitar tiga hari terakhir dirinya bertahan di atap masjid tersebut.
Tidak hanya seorang diri, Syahid menyebutkan ada sekitar 10 orang warga lain yang terkadang ikut mengungsi di lokasi yang sama.
Baca Juga : Wagub Kalsel Turun Langsung Salurkan Bantuan Banjir di Kabupaten Banjar
Baca Juga : Warga Desa Pekauman dan Dałam Pagar Ulu Bertahan dari Banjir yang Rendam Pemukiman Mereka
“Sudah tiga harian ulun bersama kekawanan (teman-teman) dan tetuhaan di kampung (tokoh desa),” ungkapnya.
Menurut Syahid, keputusan tidur di atap masjid diambil karena kondisi rumah yang tergenang air membuatnya sulit untuk beristirahat dengan nyaman.
“Karena ngalih guring (sulit tidur), air sudah masuk ke dalam rumah dan lumayan dalam,” jelasnya.
Di tengah kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut, Syahid berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah.
Ia juga memohon agar bantuan segera disalurkan kepada warga terdampak untuk meringankan beban selama masa banjir.
“Kami berharap ada kiriman bantuan untuk kami selama kondisi banjir dan mengungsi disini,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





