BANJARBARU, klikkalsel – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan Surveillance Audit atau Audit Pengawasan ke Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Bumi Cahaya Bintang Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru, Selasa (26/11/2019).
Kasubid Lingkungan Ramah Anak Wilayah I KPPPA Eti Sri Nurhayati mengatakan, pada 2018 timnya mengaudit 28 kabupaten/kota di Indonesia. Dan sebanyak 26 kabupaten/kota telah terverifikasi, salah satunya Kota Banjarbaru.
“Di Kalimantan Selatan terdapat 6 Kabupaten Kota yang sudah terverifikasi, antara lain Hulu Sungai Selatan dan Utara, Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Tabalong,” ujarnya.
Pada 2019 ini, KPPPA pertama kalinya melaksanakan Surveillance Audit di Kota Banjarbaru. Hal itu disebabkan setelah RBRA dinyatakan terverifikasi, kemudian harus dilakukan pengawasan terus menerus.
“Ini merupakan Surveillance Audit yang pertama, jadi yg terverifikasi dilakukan pengawasan selama 3 tahun. Karena sertifikasinya juga berlaku 3 tahun, agar RBRA terjaga,” kata Eti.
Hasil audit KPPPA, RBRA Bumi Cahaya Bintang sampai saat ini masih tetap terjaga dan terpelihara. “Saya rasa bagus sekali karena ruang bermain ini landasannya empuk ada karpetnya, sehingga tidak membahayakan anak dan perabotannya aman,” imbuhnya.
Selain Surveillance Audit oleh KPPPA, Pemko Banjarbaru juga meresmikan toilet dan pos keamanan RBRA Bumi Cahaya Bintang.
Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya bersama Dinas terkait dan KPPPA secara langsung meresmikan kedua bangunan itu.
Menurutnya, peresmian pos keamanan RBRA untuk menjaga taman dari gangguan luar yang melakukan aktivitas tidak sesuai, juga menjaga anak jika terjadi bahaya.
Dikatakannya, taman tersebut juga dilengkapi toilet dan telah diperiksa semua berfungsi dengan baik, agar pengunjung yang datang merasa nyaman saat berada di RBRA.
RBRA Bumi Cahaya Bintang sangat sejalan dengan program Pemko Banjarbaru yang telah menggaungkan Banjarbaru sebagai Kota layak untuk anak, namun tanpa peran besar masyarakat hal itu tidak bisa terwujud.
“Berkat bentuk komitmen bersama baik stakeholder, masyarakat yang merasa memiliki dan peduli. Akhirnya Banjarbaru mendapatkan beberapa penghargaan, sebagai Kota layak anak ditingkat madya dan juga RBRA tingkat pelopor,” ucapnya. (nuha)
Editor : Akhmad





