BARABAI, klikkalsel.com – Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah berusia 13 tahun menjadi korban pembunuhan di Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Selasa malam (3/2/2026).
Korban yang AFR merupakan siswi aktif Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Hulu Sungai Tengah, dikenal sebagai anak yang cerdas dan disukai teman-temannya di sekolah.
Keluarga korban mengaku tidak menyadari adanya konflik atau masalah yang bisa memicu tindakan keji terhadap sosok AFR yang masih belia. Satuan pendidikan setempat juga terpukul mendengar kabar kehilangan salah satu siswinya yang memiliki masa depan cerah.
Saksi mata yang enggan menyebutkan identitasnya memberikan keterangan penting terkait kronologi kejadian.
“Pelaku sempat terlihat keluar dari rumah korban dengan menenteng sebilah senjata tajam,” ujar orang tersebut.
Sebelum sosok pelaku muncul dari rumah, saksi mendengar suara jeritan yang menusuk telinga hanya satu kali, kemudian suasana kembali hening sebelum pelaku akhirnya muncul dengan keadaan mencurigakan.
Setelah suara jeritan terdengar, warga sekitar yang merasa khawatir segera memeriksa kondisi di rumah korban. Mereka menemukan AFR dalam keadaan terluka berat di bagian leher, dengan darah yang mengucur ke lantai kamar tidur di mana korban ditemukan.
Petugas kepolisian yang cepat merespons panggilan darurat tiba di lokasi. Polisi juga segera melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan mengambil beberapa bukti penting sebagai petunjuk dalam penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga : Polres HST Sampaikan Kinerja 2025: Kasus Pembunuhan, Perlindungan Anak, dan Narkoba Jadi Fokus
Ruangan di mana korban ditemukan menjadi fokus utama penyelidikan, dengan petugas hati-hati mengumpulkan setiap jejak yang bisa membantu mengungkap motip dan proses kejadian.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai RN (35 tahun), seorang petani yang tinggal di desa yang sama, berhasil ditangkap oleh tim operasional Polres Hulu Sungai Tengah tidak lama setelah kejadian. Pelaku dan korban tidak memiliki hubungan pribadi atau konflik yang diketahui sebelum insiden terjadi.
Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M. Husaini, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus.
“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Hulu Sungai Tengah,” ujarnya melalui pesan singkat.
Langkah selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap pelaku untuk memastikan kondisi psikologisnya pada saat kejadian serta mengumpulkan semua bukti yang diperlukan untuk proses hukum yang akan datang.
Sementara, masyarakat diharapkan untuk memberikan dukungan dan kerjasama kepada petugas kepolisian dalam mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang telah mengguncang ketenangan Desa Hilir Banua.(raram)





