JAKARTA, klikkalsel.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan sejumlah pesan penting yang dibawa dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Salah satu penekanan utama Presiden Prabowo Subianto adalah keinginan agar seluruh program nasional berjalan searah dan selaras dengan kebutuhan daerah. Hal itu disampaikan Hasnuryadi kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menilai Rakornas tersebut memberikan banyak manfaat strategis bagi daerah, khususnya dalam memperkuat koordinasi pusat dan daerah.
“Rakornas kemarin benar-benar memberi banyak oleh-oleh untuk dibawa ke daerah. Arahan Bapak Presiden sangat jelas, tegas, terang, dan logis,” ujar Hasnuryadi.
Menurutnya, Presiden Prabowo tidak ingin menjalankan pemerintahan secara satu arah dari pusat. Sebaliknya, Presiden menekankan pentingnya sinkronisasi visi antara pemerintah pusat dan daerah agar program prioritas nasional dapat dijalankan secara efektif.
“Dengan mengumpulkan seluruh kepala daerah dalam satu forum, Presiden ingin memastikan program nasional berjalan linier, terutama di sektor strategis seperti ketahanan pangan dan energi,” jelasnya.
Hasnuryadi menambahkan, keselarasan tersebut penting untuk mencegah tumpang tindih kebijakan yang kerap menghambat pelaksanaan program di lapangan. Dengan koordinasi yang kuat, eksekusi kebijakan diyakini akan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Inilah model kepemimpinan yang menciptakan pusat yang kuat dan daerah yang rapi. Koordinasi yang baik akan membuat program berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Baca Juga : Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT KPK RI, Uang Sekitar Rp1 Miliar Disita
Baca Juga : Jembatan Pulau Laut Segera Dibangun, Anggaran Tembus Rp3,9 Triliun
Tak kalah penting, kata Hasnuryadi, Rakornas juga menegaskan posisi daerah sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional, bukan sekadar objek kebijakan pemerintah pusat.
Ia menilai sejumlah program prioritas Presiden Prabowo, seperti ketahanan pangan, industrialisasi, pemerataan pembangunan, energi, dan hilirisasi, akan berjalan lebih terukur jika daerah dilibatkan secara aktif.
Di sisi lain, Hasnuryadi turut mengapresiasi sikap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilainya semakin inklusif. Ia menyoroti langkah Presiden yang membuka ruang dialog dengan berbagai kelompok, termasuk kalangan kritis dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
“Sikap ini menunjukkan Presiden sebagai pemimpin pemersatu. Beliau tidak hanya tampil sebagai politisi, tetapi juga negarawan yang tulus merangkul semua pihak demi persatuan,” ungkapnya.
Hasnuryadi berharap, pola kepemimpinan yang mengedepankan dialog dan keterbukaan tersebut dapat menjadi peta jalan perbaikan pemerintahan ke depan.
Menurutnya, kelompok kritis dan tokoh agama kerap berperan sebagai sistem peringatan dini terhadap persoalan di lapangan.
“Dengan membuka pintu dialog seluas-luasnya, pemerintah bisa lebih cepat mendeteksi potensi masalah dan melakukan evaluasi kebijakan secara tepat,” pungkasnya.(restu)
Editor: Amran





