BANJARBARU, klikkalsel.com – Perayaan malam puncak Hari Jadi Ke-25 Kota Banjarbaru terlihat sangat meriah dengan taburan pesta kembang api dari Balai Kota di Lapangan Dr Murdjani, Sabtu (20/4/2024)
Perayaan hari jadi ke-25 Kota Banjarbaru kali ini mengusung tema “Membangun Ibu Kota Bersama Banjarbaru Juara”.
Tema tersebut mengimplementasikan semangat seluruh masyarakat, untuk menyempurnakan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi sesuai amanat Undang-undang Nomor 8 tahun 2022 tentang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan menjadi kota penyangga pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Terpantau, di kesempatan itu Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru juga sekaligus launching beberapa inovasi baru dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat.
Yakni Mall Pelayanan Publik Digital (MPPD) di DPMPTSP Banjarbaru. Kemudian empat layanan kesehatan baru di RSD Idaman berupa layanan urologi, kosmetik medik, laboratorium patologi anatomi, dan kerjasama terkait stemcell.
Dalam sambutannya, Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, usia 25 tahun merupakan fase dewasa bagi seorang manusia, sehingga merupakan momen ‘emas’ untuk bisa melakukan banyak hal.
Baca Juga Kado Harjad ke-25, Banjarbaru Raih Gelar Juara Kampung KB dari BKKBN
Baca Juga Dua Maling Kotak Amal di Ringkus Warga Saat Beraksi Disebuah Langgar di Banjarbaru
Sedangkan bagi satu kota, usia 25 tahun menjadi momen penting karena telah memasuki fase pembangunan jangka panjang kedua.
“25 tahun yang lalu, Kota Banjarbaru mulai meniti kemandirian sebagai daerah otonom dengan segala keterbatasan sumber dayanya,” ujarnya.
“Keterbatasan itulah yang memotivasi para pemimpin pendahulu kami untuk lebih kreatif memanfaatkan peluang dan potensi yang ada,” sambungnya.
Menurutnya, selama 25 tahun ini, Banjarbaru telah mampu menghadapi tantangan pembangunan sebagai daerah otonom. Sebab berbagai prestasi dan perubahan ke arah perbaikan di berbagai sektor, terus diupayakan demi kemajuan daerah.
“Kami beruntung memiliki para pemimpin serta tokoh-tokoh visioner dan inovatif, sehingga perlahan tapi pasti Banjarbaru bermetamorfosis, menjadi lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aditya juga menyampaikan sederet capaian pembangunan, yang tergambar dalam beberapa indikator makro Banjarbaru di 2023.
Mulai dari pertumbuhan ekonomi Banjarbaru sebesar 6,81 persen sepanjang tahun 2023, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di kabupaten kota se-Kalimantan Selatan dan Nasional
Selanjutnya Indeks Pembangunan Manusia Banjarbaru masuk dalam kategori sangat tinggi atau telah mencapai 81,25. Angka tersebut diklaim selalu berada di atas rata-rata provinsi sebesar 74,66 dan rata-rata nasional sebesar 73,55.
Tingkat pengangguran terbuka di Banjarbaru juga diklaim mengalami penurunan dari 5,47 persen pada 2022 menjadi 5,01 persen pada 2023.
Kemudian tingkat kemiskinan di Banjarbaru juga mengalami penurunan dari 4,17 persen di 2022 menjadi 3,92 persen.
“Pada 2023 dan alhamdulillah tidak ditemukan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Walikota Banjarbaru, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempertahankannya sekaligus meningkatkan capaian dan prestasi yang telah diraih.
Sehingga tema “Membangun Ibu Kota Bersama Banjarbaru Juara”, menurutnya bukanlah barisan kata-kata tanpa makna.
Namun dapat menyadarkan semua masyarakat, bahwa membangun daerah, terlebih ibukota, memerlukan tekad, motivasi dan kemauan bersama, sehingga bisa mewujudkan cita-cita ibukota yang maju, agamis dan sejahtera.
Pasalnya, kata dia, warisan semangat dan kebersamaan dari pendahulu selalu menjadi acuan sebagai inspirasi pembangunan daerah.
“Kerjasama, kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh elemen masyarakat mampu menampilkan perubahan yang sangat prestisius dan membanggakan, sehingga merubah Banjarbaru menjadi kota idaman semua orang, dan kini menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (restu)
Editor : Akhmad