Banjar  

Puluhan Keramba Ikan Hanyut di Sungai Martapura

Keramba ikan air tawar atau bawal hanyut disungai Martapura

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak dini hari hingga siang hari menyebabkan debit air Sungai Martapura di Kota Banjarmasin meningkat drastis, Rabu (4/2/2026).

Meningkatnya debit air tersebut membuat arus sungai mengalir sangat deras disertai perubahan warna air menjadi kecokelatan. Kondisi ini diduga kuat menjadi penyebab hanyutnya puluhan keramba apung milik pembudidaya ikan bawal atau air tawar di kawasan Banua Anyar.

Pemilik keramba, H Supian, mengungkapkan sedikitnya 50 unit keramba miliknya hanyut terbawa arus sekitar pukul 14.30 Wita. Keramba-keramba tersebut diketahui berisi ikan bawal.

“Pasrah saja, banyak ikan yang lepas,” ujarnya singkat.

Baca Juga : DPRD Kalsel Desak Evaluasi Kinerja BWS dan Normalisasi Sungai Martapura

Baca Juga : Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Martapura, Pencarian Masih Berlangsung

Hingga sore hari, upaya evakuasi masih terus dilakukan. Warga sekitar bersama personel Satpolairud Polresta Banjarmasin berjibaku menyelamatkan sisa keramba yang terseret arus, termasuk mengevakuasi keramba yang sempat tersangkut di tepi sungai.

Pantauan media, keramba-keramba tersebut hanyut dari kawasan Banua Anyar hingga ke Siring Jembatan Merdeka.

Dalam perjalanannya, beberapa keramba sempat menabrak rumah warga dan tersangkut di sekitar jembatan Pasar Lama.

Akibat derasnya arus, hanya sebagian kecil keramba yang berhasil diselamatkan. Hingga kini, total kerugian yang dialami para pembudidaya ikan belum dapat dipastikan.

Satpolairud Polresta Banjarmasin masih melakukan pendataan terkait insiden tersebut.(airlangga)

Editor: Amran