Polresta Banjarmasin Bersama Forkopimda Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Polresta Banjarmasin bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi Green Policing di kawasan Siring Menara Pandang dan Aungai Kota Banjarmasin, Jumat (6/11/2026) pagi.

Kegiatan gotong royong ini dihadiri perwakilan dari Kodim, Pemko Banjarmasin, Lanal, hingga berbagai elemen LSM untuk membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah plastik dan enceng gondok (ilung).

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan, gerakan Green Policing merupakan instruksi serentak dari Kapolri yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres, hingga ke Polsek.

“Kegiatan ini juga menyelaraskan program Presiden untuk menciptakan lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah,” ujar Kapolresta, di lokasi kegiatan.

Riza menuturkan, aksi pembersihan lingkungan ini terus dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat dengan menyasar lokasi-lokasi yang berbeda di wilayah Banjarmasin.

“Selain menjalankan program Bapak Kapolri, kami juga bersinergi dengan kegiatan Forkopimda Kota Banjarmasin untuk membersihkan sungai,” tutur Riza.

“Harapannya, menyambut musim hujan ini wilayah kita terhindar dari banjir dengan dibersihkannya sampah plastik dan enceng gondok,” lanjutnya

Baca Juga : Cegah Sebelum Parah! Banjarmasin Perkuat Pengendalian Penyakit

Baca Juga : Keluarga Korban KM Virgo Tolak Menunggu Salvage: Jangan Beri Harapan Palsu!

Di sisi lain, ungkap Riza, perihal penanganan tumpukan eceng gondok yang kerap menyumbat jalur sungai Banjarmasin saat musim hujan, masih terkendala dengan adanya teknis pada alat penanganan sampah.

Saat meninjau lokasi penampungan eceng gondok di dekat Pusat Daur Ulang Sampah, pihak Polresta mendapat informasi dari Balai Sungai Provinsi bahwa fasilitas pengeruk yang tersedia sedang mengalami kerusakan.

“Berdasarkan penyampaian dari Balai Sungai Provinsi, ada dua alat/mesin yang disiapkan untuk membersihkan enceng gondok saat ini dalam kondisi rusak,” ungkap Riza.

Untuk mengatasi permasalahan gulma sungai secara komprehensif, ia mendorong adanya kolaborasi dan penyediaan armada alat pengeruk dari wilayah tetangga.

“Harapannya Pemko Banjarmasin serta Kabupaten Banjar juga punya alat pengeruk, sehingga ada sinergi dalam menangkap dan mengendalikan penumpukan ilung ini dari hulu ke hilir,” pungkasnya. (***)

Editor: Abadi