BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus pencurian uang kas senilai Rp12 juta di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin mulai menemui titik terang. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Banjarmasin Utara.
Terduga pelaku diamankan pada Rabu malam (28/10/2026), setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan terkait aksi pencurian yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) sekolah tersebut.
Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi, membenarkan penangkapan tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif maupun kemungkinan keterlibatan terduga pelaku dalam aksi kejahatan lainnya.
“Terkait dengan kasus pencurian yang di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin, kemarin sudah kita lakukan penangkapan terhadap terduga pelaku. Sementara sudah kami amankan di Mako Polsek, kami lakukan interogasi untuk pengembangan,” ungkap AKP Sunardi, Jumat (30/10/2026).
Dalam kasus ini, pihak sekolah sebelumnya melaporkan kehilangan uang kas sebesar Rp12 juta, serta uang milik seorang guru senilai Rp80 ribu.
Aksi pencurian tersebut diketahui setelah pihak sekolah memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman itu, terduga pelaku terlihat masuk ke lingkungan sekolah dengan cara melompati pagar dan membongkar jendela.
Setelah berhasil masuk, pelaku diduga berkeliling dan membuka sejumlah ruangan untuk mencari barang berharga.
Baca Juga : Polisi Selidiki Kebakaran Avanza di Veteran, Tiga Jerigen BBM Diamankan
Baca Juga : Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Rumah Bedakan Kelayan, Dua Pemuda Diciduk
Penangkapan terduga pelaku pencurian di SDN Sungai Andai 3 ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mendalami kasus serupa yang terjadi di wilayah Banjarmasin Utara.
Salah satunya pencurian di SDN Percontohan Surgi Mufti 5 Banjarmasin, yang menyebabkan pihak sekolah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang inventaris sekolah dilaporkan hilang, meliputi tiga unit proyektor, satu unit laptop, dan satu unit hardisk. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp32 juta.
Kasus itu terungkap setelah pihak sekolah menemukan adanya kerusakan pada perangkat CCTV. Pemeriksaan lebih lanjut kemudian menunjukkan sejumlah barang inventaris telah raib.
Meski kedua kasus sama-sama menyasar lingkungan sekolah, polisi belum dapat memastikan apakah pencurian tersebut dilakukan oleh orang yang sama.
AKP Sunardi menegaskan, penyidik masih menggali keterangan dari terduga pelaku yang telah diamankan untuk mengetahui kemungkinan adanya lokasi kejadian lain.
“Sementara kami masih menggali informasi dari terduga pelaku yang berhasil kami amankan. Mudah-mudahan ada titik terang terkait lokasi ataupun tempat kejadian yang lain,” kata AKP Sunardi.
Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti guna melengkapi proses penyidikan.
Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai keterkaitan kedua kasus pencurian tersebut. Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya aksi serupa di sekolah lain. (airlangga)
Editor : Akhmad







