Pernyataan Gubernur H. Muhidin soal “Memindah Hujan” Saat Banjir Tuai 2.000 lebih Respon Warganet

Tangkapan layar video sambutan Gubernur Kalsel H. Muhidin saat peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala. (sumber: Diskominfo Barito Kuala).

MARABAHAN, klikkalsel.com – Pernyataan Gubernur Kalsel H. Muhidin saat menyampaikan sambutan Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala di 5 Lapangan 5 Desember, Marabahan, Minggu (4/1/2026), menjadi perhatian publik. Dalam sambutannya, H. Muhidin menyinggung istilah “memindah hujan” di tengah kondisi banjir dan ancaman air pasang (rob).

Potongan video sambutan tersebut diunggah akun TikTok @banjaringht bersumber dari Diskominfo Barito Kuala dan menuai lebih dari 2.000 tanggapan netizen.

Gubernur H. Muhidin mengingatkan para kepala daerah, khususnya bupati dan wali kota, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang umumnya terjadi pada Januari. Dia menyebut, berdasarkan informasi BMKG, puncak kerawanan terjadi sekitar tanggal 9 Januari ketika pasang laut atau rob diprediksi naik lebih tinggi dari biasanya.

“Ini bulan Januari, waktunya rawan. Kalau sebulan ini kita kada hujan, selamat. Tapi kita harus waspada, karena ROB naik. Air laut pasang, air hujan datang, air kada bisa turun,” ujar Muhidin dalam sambutan tersebut.

Ia bahkan menyinggung dampak nyata yang sudah dirasakan, termasuk rumah ayahanda Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman di Kampung Melayu, Banjamasin, yang terendam akibat pasang air sungai.

Baca Juga : Kerahkan Seluruh SKPD, Bantuan Gubernur Kalsel Menguatkan Warga di Tengah Kepungan Banjir 

Baca Juga : Pastikan Kenyamanan Jemaah, Gubernur H. Muhidin Cek Langsung Fungsi Toilet Portable Jelang Momen 5 Rajab

Kondisi itu, menurutnya, menjadi gambaran ancaman banjir yang hampir rutin terjadi setiap tahun. Namun perhatian publik justru tersedot pada bagian sambutan saat Muhidin melontarkan pernyataan bernada santai tentang “memindah hujan” ketika banyak agenda dan acara digelar di musim hujan.

“Bila ada acara, orang memindah hujan. Jadi banyak acara haja sudah kita. Memindah hujan, hujan… mendung tadi kada jadi hujan,” ucapnya, yang kemudian memicu beragam reaksi warganet.

Di kolom komentar TikTok, netizen terbelah. Sebagian menilai pernyataan tersebut sebagai candaan untuk mencairkan suasana di tengah kondisi sulit. Namun tak sedikit pula yang mengkritik, menilai pernyataan itu kurang tepat disampaikan saat sebagian warga masih berjuang menghadapi genangan banjir.

Meski demikian, substansi utama sambutan Gubernur Muhidin tetap menekankan kewaspadaan bersama. Ia mengingatkan bahwa kombinasi hujan lebat dan rob membuat air sulit surut, sehingga masyarakat di kawasan rawan diminta bersiap dan pemerintah daerah diharapkan sigap melakukan langkah antisipasi.

“Datang hujan, rob naik, air kada bisa turun. Inilah yang kadang-kadang jadi masalah bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga kini, video tersebut terus dibagikan dan dikomentari warganet, menandakan tingginya perhatian publik terhadap isu banjir dan komunikasi para pemimpin daerah di tengah situasi darurat alam yang berulang setiap awal tahun di Kalsel. (rizqon)

Editor: Abadi