Perkuat Sistem Merit, Pemkab Banjar Tingkatkan Akurasi Penilaian Indeks Profesionalitas ASN

MARTAPURA, klikkalsel.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus berupaya memperkuat kualitas birokrasi melalui optimalisasi penilaian Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IPASN). Hal ini ditegaskan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Perhitungan Penilaian IPASN dan Penginputan Data Kompetensi yang digelar di Aula BKPSDM Martapura, Rabu (3/12/2025).

Mewakili Bupati Saidi Mansyur, Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Yudi Andrea, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Yudi menjelaskan bahwa IPASN merupakan instrumen krusial untuk memotret kualitas aparatur secara berkala, yang mencakup aspek kualifikasi, kompetensi, kinerja, hingga tingkat disiplin pegawai.

“Pengukuran ini menjadi fondasi utama dalam penerapan sistem merit yang adil. Hasil dari penilaian ini memberikan gambaran riil mengenai sejauh mana profesionalitas SDM di setiap unit kerja,” ungkap Yudi.

Yudi menekankan bahwa dari berbagai unsur penilaian, dimensi kompetensi memegang bobot nilai paling besar. Oleh karena itu, para ASN diminta untuk lebih serius dalam melakukan pengembangan diri dan tertib dalam administrasi pelaporan data kompetensi.

Baca Juga : Persiapan 5 Rajab Capai 80 Persen, Pemkab Banjar Larang Pungutan Dana di Jalan

Baca Juga : Pemkab Banjar Segera Isi 12 Jabatan Kepala SKPD yang Kosong

“Kompetensi, rekam jejak kinerja, dan kedisiplinan akan menjadi faktor penentu dalam manajemen karier setiap ASN di lingkungan Pemkab Banjar ke depan,” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru, Bajoe Loedi Hargono, memaparkan bahwa data IPASN bukan sekadar angka statistik. Hasil pemetaan tersebut akan digunakan sebagai rujukan objektif bagi pemerintah daerah dalam melakukan rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bajoe juga memperkenalkan sistem manajemen talenta (talent management) terbaru yang dirancang untuk memetakan serta memperkuat potensi setiap individu ASN.

“Secara kuantitas, jumlah SDM di Kabupaten Banjar sudah mencukupi. Fokus kita saat ini adalah penguatan potensi dan kualitasnya. Kami berharap profesionalisme aparatur di sini terus merangkak naik,” jelas Bajoe.

Melalui Bimtek ini, para pengelola kepegawaian diharapkan dapat melakukan penginputan data realisasi pengembangan kompetensi teknis secara akurat ke dalam aplikasi yang terintegrasi dengan data kepegawaian nasional. (*)

Editor: