Pemudik Kapal Laut Dibekali Pratik Teknik Keselamatan

Praktik pemasangan life jacket seputar teknik dasar evakuasi diri di laut. (foto : rizqon/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Lonjakan pemudik kapal laut semakin meningkat di tengah momen puncak arus mudik di Pelabuhan Tri Sakti Bandarmasih Banjarmasin. Guna menjamin rasa aman dan kenyamanan selama perjalanan, penumpang mendapat pembekalan teknik dasar evakuasi diri di laut.

Puluhan penumpang tampak memperhatikan detail pemaparan petugas kapal Kumala, saat menjelaskan dan memperagakan alat evakuasi yang tersedia. Pembekalan evakuasi diri di lait itu, dilakukan di salah satu ruangan Kapal Kumala menjelang pemberangkatan, Jum’at (31/5/2019).

Adapun beragam perlengkapan evakuasi yang menjadi bahan materi pembekalan, terkait cara pemasangan dan fungsinya. Diantaranya Life Jacket atau pelampung, perahu karet, dan sekoci.

“Orang yang menggunakan life jacket itu tak perlu melakukan pergerakan banyak, dia diam, insya Allah tidak akan tenggelam, itu yang pertama,” terang Pelaut Kapal Kumala, Gunawan Settiya Abadi.

Gunawan juga menyampaikan fungsi perahu karet dan sekoci saat proses evakuasi di laut. Agar meminimalis kepanikan saat terjadi musibah.

“Yang kedua kita juga dilengkapi dengan life raft atau perahu karet. Dimana apabila kita turunkan, maka akan mengembang dan orang naik ke situ. Cukup diam di situ dimana, perahu karet-perahu karet itu akan kita gabungkan jadi satu untuk memudahkan pencarian. Kemudian, kita juga dilengkapi sekoci penggerak mesin. Dia nanti sebagai tim leader perahu karet, mengarahkan ke mana evakuasinya,” paparnya.

Sementara itu, Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama Banjarmasin, Anton Wahyudi mengakatan pembekalan tersebut adalah agenda rutin pihaknya, setiap dua pekan yang kali ini bertepatan pada puncak arus mudik. Menurutnya, pengetahuan teknik dasar evakuasi perlu dipahami penumpang kapal, guna mempermudah tindaklanjut tim ahli.

“Jadi safety drill itu latihan dalam keadaan berbahaya, di situ ada kapal kandas, kapal terbakar, orang jatuh ke laut, itu semua ada. Jadi ini untuk menambah kecakapan para pelaut-pelaut kami,” jelas kepada awak media.

Kendati demikian, Anton berharap pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran 2019, dapat berjalan lancar dan aman. Khususnya dalam proses pelayaran kapal yang membawa pemudik.(rizqon)

Editor : Amran