Pemuda 25 Tahun Ditemukan Ayahnya Tewas Gantung Diri

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Seorang pria berusia 25 tahun ditemukan meninggal dunia dengan dugaan gantung diri di rumahnya, kawasan Jalan A Yani Kilometer 5,5, belakang Stadion Lambung Mangkurat, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (21/10/2026).

Pria itu diketahui berinisial MLR (25). Jasadnya pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, S (64), sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno membenarkan adanya laporan penemuan pria meninggal dunia yang diduga akibat gantung diri tersebut.

“Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa temuan itu bermula ketika ayahnya hendak menemui anaknya yang tinggal di sebuah rumah bedakan tepat di sebelah rumah keluarga,” jelasnya.

Namun, saat memasuki rumah tersebut, sang ayah terkejut mendapati anaknya dalam kondisi tergantung di kamar tidur.

“Melihat kondisi itu, ayahnya langsung menurunkannya dan membaringkan tubuh almarhum di atas kasur,” jelasnya.

Baca Juga : Guru SD di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Terancam 12 Tahun Penjara

Baca Juga : Berjuang Padamkan Karhutla, Relawan Damkar Banjarmasin Meninggal di Handil Bakti

Menurut keterangan pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, MLR tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.

Bahkan, sang ayah mengaku anaknya selama ini dalam kondisi baik dan tidak diketahui memiliki persoalan dengan siapa pun.

“Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui apa yang melatarbelakangi dugaan tindakan gantung diri tersebut,” imbuhnya.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan keluarga, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh MLR.

Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

Atas penolakan tersebut, kepolisian membuat surat pernyataan resmi dari pihak keluarga. Meski demikian, polisi tetap melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, melakukan penyelidikan di lapangan, hingga memasang garis polisi. (airlangga)

Editor: Abadi