BARABAI, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Pasar Murah Tahun 2026 sebagai langkah strategis menekan inflasi daerah menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menginisiasi agenda tersebut demi menjamin stabilitas pasokan pangan bagi warga Bumi Murakata.
Program ini menjadi solusi konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, menegaskan bahwa kehadiran pasar murah ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga berpenghasilan rendah.
“Upaya ini diharapkan dapat membantu menekan tingkat inflasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah secara signifikan,” ungkap Irfan saat meninjau lokasi.
Baca Juga : HST Luncurkan Inovasi Layanan Terintegrasi untuk Permudah Masyarakat
Baca Juga : Pendapatan Kalsel Lampaui Target, Pajak Rokok dan MBLB Masih Perlu Digenjot
Beragam komoditas esensial ditawarkan dengan harga di bawah standar pasar, seperti Minyak Kita Rp16.000 per liter dan gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Warga juga dapat memperoleh tepung terigu seharga Rp9.000, susu kental manis Rp7.000, hingga berbagai jenis bumbu dapur dengan harga sangat terjangkau.
Selain pangan, tersedia kebutuhan energi berupa gas LPG yang dibanderol Rp18.500 per tabung guna mendukung aktivitas operasional dapur rumah tangga.
Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual Rp60.000 per sak, bersisian dengan telur ayam segar yang dipatok pada harga Rp25.000 per kilogram.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi bersama Perum Bulog, Pertamina, serta Dinas Pertanian yang memasok stok barang dalam jumlah besar.
Bulog menyediakan ratusan kilogram beras dan gula, sementara Pertamina menyalurkan 100 tabung gas untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat.
“Pasar murah akan berlanjut di 11 kecamatan mulai hari ini agar stabilitas harga merata di seluruh wilayah,” pungkas Irfan di akhir kunjungannya.(raram)





