BANJARMASIN, klikkalsel.com – Owner PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, memberikan menyampaikan kepada seluruh pemain Laskar Antasari agar mampu mengendalikan emosi dan menjaga konsentrasi penuh selama pertandingan.
Imbauan tersebut disampaikan Hasnuryadi saat meninjau langsung sesi persiapan tim di Stadion 27 Mei, Senin sore (29/1/2026). Menyusul masih terjadinya kartu merah yang dinilai tidak perlu dan berujung pada sanksi tambahan, sehingga berdampak langsung terhadap kekuatan tim.
Kondisi ini dinilai merugikan, terlebih Barito Putera tengah bersaing ketat di papan atas klasemen demi mengamankan tiket promosi ke Liga 1.
Kehadiran orang nomor satu di klub tersebut sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi para pemain menjelang dua laga terakhir putaran kedua.
Hasnuryadi menegaskan, pengendalian emosi di lapangan menjadi faktor penting agar taktik dan strategi yang dirancang pelatih dapat berjalan optimal. Menurutnya, satu keputusan emosional bisa berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan.
Baca Juga : Ricky Ricardo Cawor Resmi Berseragam Barito Putera
Baca Juga : Barito Putera Resmi Datangkan Cornelius Stewart
“Dalam beberapa laga terakhir, kita mendapatkan kartu merah bahkan disertai sanksi lanjutan. Ini tentu menjadi pelajaran penting karena sangat merugikan tim,” ujarnya.
Ia mengakui insiden tersebut berangkat dari kesalahan individu, namun sebagai pemilik klub, dirinya menegaskan tidak lepas tangan terhadap kondisi yang dialami tim.
“Saya tidak ingin menyebut nama pemainnya. Memang itu kesalahan individu, tetapi sebagai owner saya tetap bertanggung jawab penuh,” tegasnya.
Ia juga berharap para pemain dapat tampil lebih dewasa, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta tetap fokus menjalankan instruksi pelatih di tengah tekanan pertandingan.
“Saya berharap pemain bisa lebih menahan emosi, bermain fair play, dan tetap fokus dengan strategi yang sudah disiapkan,” harapnya.
Pada dua laga penentuan, Barito Putera dijadwalkan melakoni partai tandang ke markas Persiba Balikpapan dan PSS Sleman. Dengan kondisi skuad yang harus beradaptasi akibat sanksi pemain, soliditas tim menjadi kunci utama.
Dengan harapan kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta seluruh elemen tim saling menguatkan dan memberikan kontribusi maksimal. “Demi kembali ke Liga 1,” pungkasnya.(restu)
Editor: Amran





