BANJARMASIN, klikkalsel.com – Berbagai acara digelar Pemprov Kalsel guna menyambut Hari Jadi Kalsel ke-78 pada 14 Agustus 2023 dan HUT RI ke-78. Salah satunya nonton bareng film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di gedung teater Perpustakaan Pal 6 Dispersip Kalsel, Jalan Ahmad Yani KM 6 Banjarmasin.
Pemutaran film ulama besar kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini dibuka secara umum dari tanggal 7 sampai 31 Agustus 2023. Dalam sehari, ada dua sesi nonton bareng film Datu Kelampayan, sebutan familiar masyarakat Kalsel kepada ulama Kerajaan Banjar di Martapura menjadi salah satu pusat keagamaan Islam di Indonesia pada abad ke-16 silam itu.
Sesi pertama, film diputar pada Pukul 09.00 WITA. Sesi kedua, pada pukul 13.00 WITA. Kouta penonton di setiap sesi sebanyak 60 orang di gedung teater Perpustakaan Pal 6.
āSetelah dibuka untuk umum, antusiasnya luar biasa, kuota full, ini selama satu bulan, tentunya kami selalu menyiarkan literasi agar masyarakat tahu tokoh Kalimantan Selatan,āKabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar, Kamis (10/8/2023).
Baca Juga :Ā Dukung Pariwisata, Bank Kalsel Ajak Guru dan Murid SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin Nonbar Film JSS
Baca Juga :Ā Maraknya Kekerasan Oleh Anak Dibawah Umur di Banjarmasin Perlu Perhatian Banyak Pihak
Pemutaran film Datu Kelampayan ini juga berdampak pada tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Pal 6. Khusus bagi para peserta didik tingkat sekolah dasar.
āFilmnya sangat mendidik, menanamkan nilai-nilai religi dan semangat persatuan,ā tandas Novita, Guru SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin.
Alur cerita film dimulai dari kepulangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari Timur Tengah ke Indonesia. Sebelum ke tanah Banjar, beliau singgah dulu bersama para sahabatnya di tanah Betawi atau Jakarta.
Sejak tinggal di Jakarta itu, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sudah menunjukkan keilmuannya, salah satunya memperbaiki arah kiblat masjid-masjid di sana karena dia ahli dalam ilmu falak atau astronomi.
Di tanah Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari pun banyak menyampaikan ilmu-ilmu agama Islam hingga fatwa tentang hukum syariat dan ditaati masyarakat. (rizqon)
Editor: Abadi





