Muhammad Rizwan Arifin Nahkodai Orado Kalsel, Domino Siap Melaju Jadi Olahraga Prestasi

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kalimantan Selatan memasuki babak baru. Muhammad Rizwan Arifin, yang akrab disapa Iwan, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Orado Kalsel masa bakti 2026–2030.

Pengukuhan dilakukan langsung Ketua Umum PB Orado Yoonky Tjahrial secara serentak terhadap seluruh Pengprov Orado se-Indonesia, Selasa (7/1/2026), di Hotel Mulia Jakarta.

Prosesi ini turut disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Usai dikukuhkan, Iwan langsung memancang target besar. Ia berkomitmen membawa olahraga domino di Kalimantan Selatan naik kelas dan terkelola secara profesional hingga ke tingkat akar rumput.

“Langkah awal kami adalah merampungkan struktur kepengurusan di kabupaten dan kota. Saat ini sudah ada delapan daerah yang mengantongi mandat dan segera menyusun kepengurusan,” ujar Iwan.

Delapan daerah tersebut meliputi Kota Banjarmasin (Rikval Fachruri), Kota Banjarbaru (Gusti Rizky Iskandar), Kabupaten Barito Kuala (Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono), Kabupaten Tapin (Ahmad Riduan Syah), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Ibnu Safari Ramadhan), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Ahmad Riduan), Kabupaten Tanah Laut (Murdiansyah), serta Kabupaten Tanah Bumbu (Hendri).

Iwan menargetkan kepengurusan di delapan daerah itu sudah rampung dan dilantik pada akhir Januari 2026. Selain itu, lima daerah lainnya juga tengah dipersiapkan untuk segera membentuk Pengcab Orado.

Baca Juga : Total Hadiah Rp 300 Juta, Lebih dari Seribu Peserta Ikuti Turnamen Domino Pordi Kalsel Cup 1 2025

Baca Juga : Saling Ejek Saat Main Domino, Teman Sendiri Ditikam Hingga Kritis

“Target kami jelas. Akhir Januari struktur daerah tuntas, setelah itu kami gas pembinaan dan kompetisi,” tegasnya.

Seiring dideklarasikannya Orado secara nasional, Iwan optimistis domino akan berkembang pesat di Banua. Namun ia mengakui masih ada perbedaan teknis permainan yang perlu diseragamkan dengan regulasi nasional.

“Secara permainan mungkin ada sedikit perbedaan dengan yang biasa dimainkan di Kalsel. Karena itu para wasit yang sedang mengikuti pelatihan hingga 8 Januari ini akan menjadi ujung tombak sosialisasi aturan,” jelasnya.

Untuk program jangka pendek, Orado Kalsel menargetkan Kejuaraan Provinsi sudah bisa digelar pada April 2026. Sebelum itu, sosialisasi regulasi dan pelaksanaan kejuaraan di tingkat kabupaten/kota akan menjadi fokus utama.

“Kami ingin sebelum kejuaraan provinsi digelar, daerah-daerah sudah lebih dulu melaksanakan kompetisi. Dengan begitu pembinaan atlet berjalan dan domino benar-benar menjadi olahraga prestasi,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi