Religi  

Momen 5 Rajab Sekumpul, Banjarmasin Sunyi

Flyover Jalan A. Yani sepi melompong.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kota Banjarmasin terasa berbeda pada momen kegiatan keagamaan 5 Rajab, Minggu (28/12/2025) sore. Kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalsel ini seolah berhenti sejenak.

Pada akhir pekan biasanya jalan-jalan utama yang padat kendaraan saat ini tampak lengang. Aktivitas warga melambat, sebagian besar rumah tertutup rapat.

Kesunyian itu bukan tanpa sebab. Sejak pagi ribuan warga Banjarmasin berbondong-bondong menuju Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, untuk mengikuti puncak kegiatan pengajian momen 5 Rajab dengan rangkaian haul ulama kharismatik KH. Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Suasana sepi destinasi wisata Siring Batung Bekantan Banjarmasin.

Arus manusia bergerak keluar kota, meninggalkan pusat-pusat keramaian, sekitar pukul 13.00 WITA. Pantauan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan A. Yani, Gatot Subroto, dan kawasan pusat perbelanjaan, menunjukkan penurunan volume kendaraan yang signifikan.

“Di Pantauan CCTV kami, ada sekitar 50 ribuan kendaraan yang keluar Kota Banjarmasin,” Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama.

Suasana Jalan Gatot Subroto terlihat hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan empat.

Baca Juga : Momen 5 Rajab Sekumpul, Jemaah Dapat Pantau CCTV Lalu Lintas Online Untuk Melihat Arus Kendaraan

Baca Juga : Kawasan Tanjung Rema Martapura Terendam Banjir Hingga Pinggang Orang Dewasa

Tak hanya suasana lalu lintas yang terlibat sunyi. Warung, toko, hingga pusat kuliner yang biasanya ramai, memilih tutup atau beroperasi terbatas.

“Biasanya siang begini ramai, hari ini sepi sekali. Hampir semua pelanggan ke Sekumpul,” ucap Selvi, Barista Coffee Shop di kawasan Banjarmasin Tengah.

Suasana serupa terlihat di kawasan permukiman. Lingkungan perumahan tampak lengang, hanya menyisakan beberapa warga lanjut usia dan anak-anak. Masjid-masjid setempat tetap buka, namun jamaahnya berkurang dibanding hari biasa.

Jalan Lingkar Dalam Selatan Banjamasin tampak lengang.

Bagi warga Banjar, 5 Rajab bukan sekadar kalender Hijriah. Momen ini menjadi panggilan spiritual yang menggerakkan ribuan orang untuk hadir langsung ke Sekumpul, sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan serta kerinduan kepada Guru Sekumpul.

Kesunyian Banjarmasin pada 5 Rajab menjadi gambaran kuat bagaimana sebuah kota bisa “ditinggalkan” sementara waktu demi satu tujuan yang sama, yaitu menghadiri majelis dan menjaga tradisi religius yang telah mengakar puluhan tahun.

Ketika malam tiba, Banjarmasin masih terasa tenang. Kota ini menunggu warganya kembali, membawa keberkahan sekaligus ketenangan batin dari Sekumpul. (rizqon)

Editor : Akhmad