Masjid Noor Nyaris Terbakar

Personel BPK/PMK saat berupaya memadamkan api di dapur Masjid Noor. (david/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel -  Jelang berbuka puasa, warga Jalan Pangeran Samudera dan jamaah dibuat panik oleh munculnya kepulan asap di bagian dapur Masjid Noor, Rabu (23/5/2018) sekitar pukul 17.30 Wita.

Personel BPK/PMK saat berupaya memadamkan api di dapur Masjid Noor. (david/klikkalsel)

Setelah dicek ternyata tempat memasak terbakar. Sontak saja jamaah berusaha memadamkan api tersebut dengan peralatan seadanya.

Sebagian jamaah lagi langsung mendatangi posko BPK Masjid Noor (MN) yang tepat berada di samping masjid.

“Tadi ada warga dan jamaah yang mendatangi ana (saya) mengabarkan ada kebakaran di bagian dapur masjid,” ujar Habib Salim, Ketua BPK MN.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, ia bersama dengan anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian sembari menginformasikan kejadian tersebut ke frequensi emergency.

“Ana setelah dapat laporan langsung mendatangi lokasi sambil infokan ke frequensi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” jelasnya.

Reaksi cepat relawan pemadam kabakaran dengan dibantu oleh jamaah serta warga, api langsung dapat dipadamkan dan tak sempat membesar.

Tempat memasak di dapur Masjid Noor yang terbakar. (david/klikkalsel)

Saat ditanya tentang pemicu kejadian tersebut, ia mengungkapkan api berasal dari selang kompor gas yang bocor saat memasak untuk menyiapkan buka puasa jamaah.

“Saat itu pengelola masjid lagi masak air buat buka jamaah lalu ditinggal, ternyata selangnya ada yang bocor dan akhirnya terjadilah hal ini,” ujarnya.

Namun ia bersyukur dapur tempat memasak tersebut terbuat dari beton, sehingga api lambat untuk membesar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan, warga dan jamaah yang cepat bereaksi dan membantu memadamkan api sehingga musibah yang lebih buruk tidak sampai terjadi.

“Ana atas nama pribadi dan pengelola masjid mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan pemadam, warga dan jamaah yang membantu, sehingga api cepat padam,” pungkasnya. (david)

 

Editor : Farid