BANJARMASIN, klikkalsel.com – Idealnya satu guru bimbingan konseling (BK) membimbing sekitar 150 siswa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga guru BK.
Bahkan, saat ini ada sekolah yang hanya memiliki satu guru BK untuk menangani jumlah siswa yang jauh lebih banyak.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri,” ucap Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Fathur Rahman Bahrinsyah, usai kegiatan Seminar Bimbingan dan Konseling serta Konferensi Daerah ABKIN Kalimantan Selatan (Kalsel) 2025 di Kampus Uniska Handil Bakti, Sabtu (8/11/2025).
Oleh karena itu, tugas dalam pengembangan karakter siswa di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru BK semata, namun merupakan tanggung jawab seluruh guru.
“Memang guru BK memiliki tanggung jawab utama dalam pembentukan karakter siswa di sekolah, tetapi semua guru juga memiliki peran penting dalam mendidik dan membentuk karakter mereka,” Dosen Universitas Negeri Yogyakarta ini.
Baca Juga : Jatuh ke Sungai Kecil depan SMKN 5 Banjarmasin, Lansia 80 tahun Tewas di Tempat
Baca Juga : KONI Banjarmasin Dorong Semangat Jaga Tradisi Juara di Porprov Kalimantan Selatan
Fathur juga membagikan 7 jurus ampuh yang harus dikuasai guru BK dalam menjalankan tugasnya, antara lain, kenali potensi, kelola emosi, tumbuhkan resiliensi, jaga konsistensi, jalin koneksi, bangun kolaborasi dan menata situasi.
“Ketujuh hal tersebut harus menjadi pegangan guru BK dalam mendampingi siswa. Namun pada prinsipnya, membentuk karakter anak adalah tanggung jawab bersama di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Uniska, Hengky, menyambut baik pelaksanaan seminar ini dan menilai kegiatan ini penting dalam memperkuat kapasitas guru BK menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
“Ini juga sebagai pembekalan bagi Mahasiswa jurusan BK Uniska dengan kompetensi dan disiplin ilmu yang kuat. Apalagi setiap tahun kami meluluskan sekitar 70 calon guru BK yang siap terjun ke lapangan,” ungkapnya.
Namun, Hengky mengakui, peluang kerja bagi lulusan jurusan BK masih terbatas. Banyak alumni akhirnya bekerja di luar bidang keilmuannya.
“Saya berharap pemerintah dan sekolah-sekolah bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi guru BK. Keberadaan mereka sangat penting untuk meningkatkan kualitas mental dan sosial siswa,” tukasnya (azka)
Editor : Akhmad





