Religi  

Malam Tahun Baru Imlek, Warga Tionghoa Banjarmasin Berharap Kebaikan di Tahun Kuda Api

Warga Tionghoa Banjarmasin saat bersembahyang di Klenteng Soetji Nurani pada malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga Tionghoa di Banjarmasin melaksanakan sembahyang malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang merupakan tahun Kuda Api dengan khidmat di Klenteng Soetji Nurani, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menyambut pergantian tahun baru Imlek.

Wakil Ketua Klenteng Soetji Nurani, Djohan Jawonoe, mengatakan bahwa malam tahun baru imlek, warga Tionghoa seperti biasa setelah kegiatan Sa Cap Meh melaksanakan sembahyang.

Sekadar di ketahui, Sa Cap Meh menjadi salah satu rangkaian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang seringkali tak tersorot dari perhatian publik.

Berbeda dengan Cap Go Meh yang lebih dikenal masyarakat dan dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek, Sa Cap Meh justru berlangsung pada malam sebelum Tahun Baru Imlek dan memiliki makna spiritual yang kuat bagi warga Tionghoa.

“Sa Cap Meh itu adalah kita kumpul bersama keluarga, makan malam bersama untuk menghabiskan akhir tahun. Kebetulan ini masih tahun ular kayu jadi kami masih kumpul-kumpul dengan keluarga,” ucapnya Senin (16/2/2026).

“Maksud dari Sa Cap Meh ini adalah agar nanti semua keluarga, mungkin yang dari jauh bisa datang dan kembali berkumpul,” sambungnya.

Baca Juga : Jelang Imlek 2577, Kelenteng Karta Rahardja mulai Ramai

Baca Juga : Ratusan Umat Tionghoa Padati Klenteng Po An Kiong, Rayakan Imlek dengan Sembahyang Bersama

Setelah kegiatan Sa Cap Meh ini barulah warga Tionghoa melaksanakan sembahyang ke klenteng, seraya menunggu pukul 00.00 atau pergantian tahun.

“Sebelumnya kami berdoa untuk berterima kasih sudah diberikan keselamatan pada tahun yang akan kami lewati dan kami menyambut tahun kuda ber elemen api,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Tionghoa, Wulan, usai sembahyang bersama suami dan anak-anak nya menyampaikan ucapan terimakasihnya untuk tahun ular kayu yang akan berlalu ini dan menyampaikan harapan untuk tahun kuda api mendatang.

​”Malam hari ini untuk melakukan doa. Kenapa memilih malam? Ya soalnya malam pertama menyambut malam, enak lah gitu kalau malam-malam,” ungkapnya.

Ia pun berharap di tahun kuda api agar tahun ini membawa perubahan positif bagi kehidupan keluarga maupun masyarakat luas.

​”Harapannya semoga di tahun ini mendapatkan keberkahan yang lebih lagi, kebahagiaan, kejayaan, dan kesehatan yang paling utama,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran