BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kondisi trotoar di kawasan Jalan S Parman, tepatnya di depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kalsel yang sekian lama tak diperhatikan pemerintah setempat jadi perhatian warga.
Kondisi itu pun meninggalkan lubang besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Bahkan beberapa tutup manhole di trotoar tersebut pun nampak tak ada.
Sehingga warga berupaya melakukan perbaikan ringan secara swadaya dengan berinisiasi menutup lubang tersebut menggunakan tutup berbahan kayu ulin.
Sedikitnya, ada lima lubang yang ditutup oleh sejumlah warga. Lalu, di bagian sisi penutup lubang disemen agar tidak mudah lepas.
Suharyanto, warga Banjarmasin mengaku, aksi ini dilakukan semata-mata atas nama kemanusian, guna mencegah munculnya korban.
Secara pribadi ia juga sempat hampir terperosok di lobang drainase itu, ketika akan mendonorkan darah di PMI.
“Lubang-lubang ini kondisinya sudah cukup lama. Kebetulan saya juga pendonor darah sukarela rutin di PMI,” ujarnya, Sabtu (15/1/2022).
“Kita sengaja menggunakan kayu ulin agar bisa bertahan lama,” sambungnya.
Dengan tindakan yang dilakukan ini ia berharap, agar Pemerintah Daerah melalui instansi terkait yang punya kewenangan dapat lebih memperhatikan kondisi fasilitas publik.
Apalagi fasilitas yang sangat berhubungan erat dengan masyarakat, salah satunya seperti trotoar di jalan-jalan utama.
“Kalau sepengetahuan kita cukup banyak lagi lubang-lubang drainase yang menganga. Terutama di sepanjang jalan S. Parman,” bebernya.
Disisi lain, maraknya tutup drainase yang hilang, terutama berbahan besi atau manhole memang sedang menjadi permasalahan pelik Pemko Banjarmasin.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Rini Subantari, ketika di konfirmasi mengakui, banyak tutup drainase yang hilang di setiap kecamatan.
Sayangnya, belum semua lubang drainase yang hilang bisa tertangani.
“Sementara ada yang kita tutup dengan kayu ulin. Sembari kita mencari cara lain bagaimana agar manhole ini tidak lagi dicuri,” pungkasnya
“Capek kita. Hilang tutup lagi, hilang lagi pesan lagi,” keluhnya.
Terakhir. Ia juga berencana akan membawa kasus hilangnya tutup manhole ini ke Polresta Banjarmasin.
“Kita masih mengumpulkan laporan. Rencananya akan kita jadikan satu laporan saja ke Polresta Banjarmasin,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran





