KOTABARU, klikkalsel – Meski di Banjarmasin dan beberapa kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah mulai diguyur hujan. Tapi di Kotabaru masih belum ada tanda-tanda hujan dengan intensitas lebat. Sehingga krisis air bersih mengancam ribuan warga, khususnya di pusat Kotabaru.
Menyikapi persoalan tersebut, jajaran managemen Perusahaan Daerah Air Minum, (PDAM) Kotabaru menggelar shalat Istisqa, atau meminta rahmat berupa hujan di kawasan waduk desa Gunung Ulin, kecamatan Pulau Laut Utara Selasa, (23/10/2018) pagi.
Shalat Istisqa berjamaah yang dipimpin oleh Guru M Sasra, selain diikuti oleh puluhan karyawan PDAM, juga diikuti oleh santri, ustadz, tokoh masyarakat, dan para pemuka agama desa yang berjarak lebih kurang 9 kilometer dari pusat kota.
Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah, menyampaikan, shalat Istisqa dilaksanakan salah satu wujud ikhtiar, dan memohon limpahan rahmat dari Allah SWT berupa hujan yang dapat mengaliri waduk yang mengalami penurunan jauh dari batas normal.
“Intinya, tujuan kita disini berdoa bersama, agar di Kotabaru segera diturunkan hujan, supaya penampungan, atau waduk kita berisi, dan distribusi PDAM kembali normal,” ujar Ipan, kepada wartawan di Kotabaru.
Sementara, Guru Sasra, selaku imam shalat Istisq mengaku, shalat tersebut dalam rangka mengikuti sunnah Rasul, untuk meminta limpahan rahmat dari sang pencipta.
“Hari ini, kita berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT agar dilimpahkan rahmat, salah satunya hujan, agar masyarakat, khususnya di Kotabaru ini tidak lagi kesulitan air bersih,” ujar Guru Isas, sapaan akrabnya.
Diketahui, kondisi air di waduk Gunung Ulin saat ini mengalami penurunan jauh dari batas normal setinggi 6 meter. Karena belum turun hujan yang mengalir anak sungai, maka air waduk masih tersisa setinggi 1, 5 meter. (duki)
Editor : Farid





