BANJARMASIN, klikkalsel – Komplek Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan sangat memprihatinkan. Atap bangunan banyak jebol, lantai berlubang dan jalanannya becek.
Walau begitu, pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarmasin hanya mengusulkan perbaikan untuk perbaikan lantai pada bangunan rumah penampungan hewan potong.
“Usulan anggaran yang masuk pada APBD Perubahan hanya untuk perbaikan lantai yang tak sampai Rp100 juta,” ungkapnya, Selasa (6/8/2019).
Padahal, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin H Bambang Yanto Permono menyarankan, Pemko Banjarmasin melalui dinas tersebut melakukan terobosan baru, agar RPU dan RPH ini kembali dapat difungsingan dengan baik.
Pentolan Partai Demokrat Banjarmasin ini, punya saran RPH dan RPU itu menjadi tempat yang lebih modern.
Namun, kata dia, pembenahan tersebut, harus dilakukan kajian-kajian terlebih dulu.
“Jangan sampai setelah tempat itu dijadikan lebih modern dan fasilitasnya juga baik, pihak pengusaha masih enggan menepati RPU dan RPH,” sebutnya.
Tanpa pembenahan total, ia khawatir pendapatan retribusi dari rumah potong hewan itu nol, seperti saat ini yang masih nihil.
Selain itu, dengan kondisi bangunan yang sekarang, lebih dari 100 pengusaha hewan potong di kota ini, lebih memilih melakukan usaha potong di tempat mereka masing-masing. “Sehingga pengawasan pembuangan limbah sangat sulit dilakukan,” timpalnya.
Oleh karena itu, Bambang berencana mengusulkan perbaikan secara keseluruhan, sehingga pada 2020 RPU dan RPH Mantuil dapat dioperasikan maksimal.
“Kami rencananya akan kesana. Apa yang menjadi kekurangan, itu yang akan kami bahas di dewan,” ucapnya. (farid)
Editor : Amran





