Kesiapsiagaan Damkar Banjarmasin Jadi Simbol Pengabdian Nyata

Apel Kesiapsiagaan dalam rangkaian HUT Damkar ke 106 di Panggung Siring Balaikota Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin menggerlar apel kesiapsiagaan dalam rangkaian HUT Damkar yang ke 106, di panggung siring Balaikota Banjarmasin.

Di tengah atmosfer kesiapsiagaan tersebut, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan pesan tegas penuh makna bagi para Pemadam Kebakaran dan Relawan Pemadam Kebakaran.

“Para pemadam kebakaran adalah orang-orang yang pantang menyerah sebelum api padam. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi bentuk pengabdian,” ucapnya.

Pernyataan itu ia sampaikan saat bertindak sebagai pembina Apel Kesiapsiagaan Nasional Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tingkat Kota Banjarmasin, dalam rangka memperingati HUT ke-106 Damkar Nasional.

Kegiatan tersebut tak hanya melibatkan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin, tetapi juga Forkopimda dan puluhan relawan pemadam kebakaran yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Banjarmasin tercatat sebagai salah satu kota dengan intensitas laporan kebakaran dan penyelamatan cukup tinggi di Kalsel.

Baca Juga Luncurkan Aplikasi SI DAMKAR, Pemkab Banjar Untuk Berikan Pelayanan Cepat Ketika Kebakaran

Baca Juga Relawan Damkar Banjarmasin Gugur Saat Padamkan Kebakaran di Gorden 10 Grosir Houseware

Dari ratusan kasus yang ditangani setiap tahunnya, banyak melibatkan rumah warga di kawasan padat penduduk. Dalam konteks itulah, Walikota menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas, dan relawan.

“Kesiapsiagaan bukan cuma soal alat dan kendaraan, tapi soal kebersamaan dan komitmen. Kami sangat mengapresiasi relawan-relawan kita yang dengan ikhlas terjun ke lokasi tanpa pamrih,” ujarnya.

Baginya, kegiatan ini adalah momentum refleksi dan evaluasi. Pemerintah Kota, katanya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas relawan, termasuk memberikan pelatihan dan sertifikasi.

“Kita ingin seluruh anggota Damkar dan relawan tidak hanya siap secara fisik, tapi juga memiliki keterampilan yang diakui. Tugas mereka tidak ringan, mereka menyelamatkan nyawa,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penambahan personel dan modernisasi peralatan, mengingat tantangan penyelamatan yang semakin kompleks, termasuk di sektor non kebakaran seperti evakuasi hewan, korban terjebak banjir, hingga bencana alam.

Kendati demikian, menurut Yamin, pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Ia menyerukan partisipasi aktif warga, terutama dalam mencegah potensi bencana, termasuk edukasi publik tentang keselamatan kebakaran di rumah dan lingkungan kerja.

“Banyak laporan masuk bukan hanya soal kebakaran, tapi juga penyelamatan. Artinya masyarakat percaya dengan Damkar kita. Kepercayaan ini harus dijaga dan ditumbuhkan,” bebernya.

Sementara itu DPKP Banjarmasin tengah merancang sistem koordinasi terpadu berbasis aplikasi pelaporan cepat, serta membuka ruang kolaborasi dengan komunitas relawan di tingkat RT dan kelurahan. Pemerintah kota, akan mengawal program ini sampai tuntas.

Kebakaran bukan hanya tentang kerugian material. Ini menyangkut keselamatan hidup warga. Dengan menekankan kesiapsiagaan sebagai budaya, bukan kewajiban insidentil semata, ia ingin Banjarmasin dikenal sebagai kota yang tangguh menghadapi risiko bencana.

“Hari ini kita tidak hanya memperingati, tapi menegaskan bahwa kota ini mesti kita jaga bersama. Pemerintah hadir, relawan berani, masyarakat peduli. Itulah Banjarmasin yang kita banggakan,” tandasnya.(adv/fachrul)