BANJARMASIN, klikkalsel.com – Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari bersikap tegas terhadap mahasiswanya yang tersandung kasus hukum.
Seleb TikTok Muhammad Fajar (24) alias Fazar Bungaz, resmi diberhentikan tidak hormat setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi dalam kasus pornografi hubungan sesama jenis yang videonya viral di media sosial.
Fazar Bungaz diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen angkatan 2022 di Uniska.
Statusnya sebagai mahasiswa dinilai telah mencoreng nama baik kampus berbasis Islam tersebut.
Ketua Lembaga Etik Uniska, Adwin Tista menegaskan, perbuatan yang dilakukan Fazar Bungaz masuk dalam kategori pelanggaran kode etik berat.
āMenyandang nama mahasiswa Uniska itu tidak hanya saat berada di lingkungan kampus, tetapi juga di luar kampus. Perbuatan yang bersangkutan jelas mencemarkan nama baik Uniska,ā tegas Adwin, Selasa (22/12/2025).
Menurut Adwin, sanksi pemberhentian tidak hormat dijatuhkan karena pelanggaran tersebut berkaitan dengan tindak pidana yang ancaman hukumannya di atas lima tahun, sebagaimana diatur dalam kode etik mahasiswa Uniska.
Baca Juga : āFazar Bungazā dan Pasangan Sesama Jenisnya Terancam 12 Tahun Penjara Karena Kasus Pornografi
Baca Juga :Ā Polda Kalsel Tegaskan Pembuat dan Penyebar Video Viral Homoseksual Terancam Pidana
Ia menjelaskan, meski yang bersangkutan saat ini ditahan dan tidak dapat hadir, proses etik tetap berjalan berdasarkan data dan fakta, setelah terlebih dahulu meminta izin kepada rektor.
āYang bersangkutan dikeluarkan atas rekomendasi tim etik Uniska. Keputusan ini diambil karena Uniska adalah perguruan tinggi berbasis Islam. Kasus ini sangat mencoreng integritas institusi,ā ujarnya.
Adwin menekankan, Uniska tidak mentolerir mahasiswa yang melanggar norma agama, budaya, dan nilai-nilai agamis yang menjadi fondasi kampus.
āYang jelas, Uniska tidak ada tempat bagi mahasiswa yang melanggar norma-norma agama dan budaya. Baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus, mahasiswa tetap wajib menjaga nama baik Uniska,ā tegasnya.
Lebih jauh, kasus ini disebut menjadi peringatan keras sekaligus bahan evaluasi bersama bagi seluruh civitas akademika.
āIni menjadi pelajaran penting bagi dosen dan mahasiswa. Harus menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang,ā pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





