BARABAI, klikkalsel.com – Kasus pembunuhan yang menewaskan pelajar sekolah tsanawiyah di Desa Hilir Banua kini memasuki tahap pemeriksaan mendalam setelah terduga pelaku diamankan untuk tes kejiwaan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (3/2/2026) malam di rumah korban yang berlokasi di Jalan Sarigading, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah (HST).
AFR (13) yang menjadi korban pembunuhan tinggal bersama ayahnya setelah kedua orang tuanya berpisah. Ayah korban sempat meninggalkan rumah untuk berbelanja sebentar di warung yang berjarak sekitar kurang lebih 200 meter dari kediaman mereka, sebelumnya AFR mengingatkan ayahnya agar tidak terlalu lama berada di warung.
“Terdagu pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan dan hasil belum ada, memang sebelumnya pernah tercatat sebagai pasien pengidap Schizophrenia atau gangguan mental kejiwaan,” ujar Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M.Husaini.
Baca Juga : Kasus Pembunuhan Bocah di Desa Hilir Banua HST Masih Jadi Tanda Tanya: Apakah Benar Pelaku ODGJ?
Baca Juga : Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT KPK RI, Uang Sekitar Rp1 Miliar Disita
Tim penyelidikan kepolisian telah melakukan penyitaan barang bukti di lokasi kejadian, termasuk parang yang diduga digunakan dalam tindakan keji.
Pemeriksaan awal terhadap lokasi menunjukkan adanya tanda-tanda benturan pada pintu depan rumah yang dikunci dari dalam sebelum insiden terjadi.
“Terduga pelaku masih belum ditetapkan menjadi tersangka, karena ada proses yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” tambah Aiptu M.Husaini.
Proses hukum tersebut meliputi verifikasi data medis riwayat kesehatan pelaku serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kondisi psikologisnya.
Anah, warga Hilir Banua memberikan keterangan mengenai kronologi peristiwa. “Ketika tiba di warung, ayah korban sempat menghabiskan rokok sambil duduk di warung,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya pada Rabu (4/2/2026) malam.
Tak lama kemudian, seorang warga sekitar datang dengan membawa kabar bahwa terdengar suara teriakan menusuk dari arah rumah korban. Seseorang juga melihat sosok laki-laki membawa benda panjang menyerupai parang keluar dari lokasi dengan keadaan tergesa-gesa.
Setelah menerima informasi tersebut, ayah korban langsung pulang dengan kecepatan maksimal. Ia sebelumnya keluar melalui pintu belakang, sementara pintu utama dikunci rapat dari dalam untuk menjaga keamanan.
“Ketika tiba di rumah, ayah korban menemukan buah hatinya dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di leher,” ucap Anah kembali.
Warga menduga pelaku mendobrak pintu depan untuk memasuki ruangan, karena tidak ada akses lain yang bisa digunakan tanpa ditemukan jejak gangguan. Keluarga korban telah menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak berwajib dan meminta agar kasus ini diselesaikan dengan adil sesuai dengan aturan yang berlaku.(raram)
Editor: Amran





