Jembatan Barito Dua Disiapkan, Pemprov Kalsel Dorong Kelancaran Lalu Lintas dan Penggerak Ekonomi Banua

Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala merupakan akses penghubung utama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Rencana pembangunan Jembatan Barito Dua di Kabupaten Barito Kuala yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal menjadi kunci pengurai kemacetan dan penggerak ekonomi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil peran strategis untuk memastikan proyek nasional ini benar-benar berdampak nyata bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib mengatakan dukungan daerah difokuskan pada penyusunan hingga peninjauan Detail Engineering Design (DED). Perencanaan yang matang dinilai sangat penting mengingat Jembatan Barito merupakan salah satu simpul lalu lintas terpadat di Kalsel, yang setiap hari dilalui kendaraan logistik, angkutan barang, dan mobilitas masyarakat.

“Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan memiliki andil dalam pelaksanaan detail engineering design untuk rencana duplikasi Jembatan Barito. Beberapa kali perencanaan DED sudah kita anggarkan dan laksanakan,” tuturnya melalui melalui Kepala Bidang Bina Marga, Robby Cahyadi, Selasa (27/1/2025).

Ia menjelaskan, perubahan lokasi sempat terjadi dalam proses perencanaan. Namun, kebijakan terbaru Kementerian PU mengarahkan pembangunan Jembatan Barito Dua sebagai duplikasi di sekitar jembatan eksisting, sehingga diharapkan mampu langsung mengurangi kepadatan lalu lintas tanpa mengubah pola pergerakan kendaraan secara signifikan.

Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Kalsel akan melaksanakan review desain DED sebagai bentuk dukungan lanjutan. Langkah ini bertujuan memastikan kapasitas jembatan, sistem akses jalan, serta konektivitas antarruas benar-benar mampu menampung peningkatan volume kendaraan ke depan.

Baca Juga : Titik Kumpul Ekonomi Kreatif Kalsel, Banua Creative Festival 2025 Resmi Dibuka

Baca Juga : Geliat Ekonomi di Banjarmasin Terus Berkembang, Investasi Melampaui Target

“Dengan desain yang tepat, jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik dan distribusi barang, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi biaya dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Robby.

Selain aspek teknis, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga menjadi fokus utama. Tahapan awal akan meliputi monitoring, evaluasi, serta survei kelayakan lokasi untuk menentukan titik pasti duplikasi jembatan, baik di sisi kiri maupun kanan jembatan eksisting.

Kajian tersebut juga mencakup kesesuaian tata ruang dan ketersediaan lahan, mengingat keberadaan Jembatan Barito Dua nantinya akan memengaruhi pengembangan kawasan di sekitarnya, termasuk sektor perdagangan, jasa, dan transportasi.

“Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar, sehingga pembangunan Jembatan Barito Dua bisa memberikan dampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” harapnya.

Di sisi lain, pada 2026 Dinas PUPR Kalsel juga mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya, seperti pembangunan Jembatan Pulau Laut, Jalan Lintas Tengah Pulau Laut, serta Jalan Lintas Banjarbaru–Batulicin, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalsel. (rizqon)

Editor: Abadi