Kendati proyek Jembatan Alalak I dengan konsep ‘Cable Stayed’ masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada 15 September, pihaknya tetap memberi kelonggaran jembatan lama untuk dilintasi guna mengurangi kemacetan. Namun, jembatan lama itu tidak dibuka selama 24 jam dan hanya untuk kendaraan masyarakat.
“Ini kan proyek sedang bekerja, tidak mungkin kita buka 24 jam selalu. Mungkin hanya di jam tertentu, misal di jam sibuk,” imbuhnya.
Sementara itu, dia menambahkan ada 7 titik kerusakan cukup parah di Jalan Gubernur Syarkawi. Kondisi tersebut merupakan salah satunya faktor utama kemacetan lalu lintas angkutan truk yang berdampak hingga Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, dan Jalan Tembus Perumnas, Banjarmasin Utara. (rizqon)
Editor: Abadi





