BANJARMASIN, klikkalsel.com – Arus kedatangan jemaah Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi melalui jalur sungai mulai tampak ramai menjelang waktu shalat Ashar, Sabtu (14/2/2026).
Pantauan klikkalsel.com puluhan kelotok dan perahu bermesin terlihat silih berganti merapat di sepanjang Sungai Martapura, membawa jemaah dari berbagai daerah ke Dermaga Sinar Masjid RT 6 Gang Gusti Galuh.
Tak sedikit jemaah yang bahkan memilih datang lebih awal. Sejak malam sebelumnya, sejumlah rombongan telah tiba dan bermalam di sekitar dermaga.
Mereka memanfaatkan area dermaga dan tempat ibadah sekitar sebagai tempat beristirahat demi bisa mengikuti haul dengan lebih khusyuk.
Maimunah Ketua RT 6 menyebutkan, rombongan dari Bahaur, Kalimantan Tengah, sudah datang sejak malam hari.
“Ada yang sudah datang malam tadi sekitar 50 orang dari rombongan Bahaur, Kalimantan Tengah. Mereka tidur di sekitar Dermaga Sinar Masjid, tepatnya di masjid Gang Gusti Galuh,” ujarnya.
Selain dari Kalimantan Tengah, jemaah juga berdatangan dari wilayah lain seperti Aluh-aluh.
Baca Juga : Lalu Lintas di Depan Masjid Jami Banjarmasin Mulai Padat, Jemaah Haul Guru Zuhdi Terus Berdatangan
Baca Juga : Warga Seberang Masjid Sediakan Penyeberangan Gratis untuk Jemaah Haul ke-6 Guru Zuhdi
Rahmadi, warga Aluh-aluh, mengatakan dirinya bersama rombongan memilih menggunakan kelotok dan berangkat sejak pukul 13.00 Wita. Perjalanan menyusuri sungai memakan waktu sekitar tiga jam sebelum akhirnya tiba di dermaga.
“Kami sengaja lewat sungai karena lebih mudah. Tidak perlu menghadapi kemacetan di jalan darat, apalagi jelang haul seperti ini,” kata Rahmadi.
Agus warga mengatakan, pilihan jalur sungai menjadi alternatif favorit bagi jemaah haul Guru Zuhdi setiap tahunnya.
“Selain relatif lancar, perjalanan menyusuri Sungai Martapura juga memungkinkan jemaah tiba lebih dekat ke pusat kegiatan haul yang berlokasi di kawasan Kubah Guru Zuhdi, belakang Masjid Jami Banjarmasin,” jelasnya.
Panitia haul dan warga sekitar pun tampak bersiaga membantu kedatangan jemaah, mulai dari mengatur sandar perahu hingga memberikan informasi lokasi istirahat.
“Diperkirakan kepadatan di jalur sungai maupun darat akan semakin meningkat hingga malam pelaksanaan haul,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





