BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebentar lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Dimana momen tersebut disambut dengan aktivitas memasak atau makan daging kurban bersama.
Idul Adha juga menjadi momen sebagian orang untuk mencari rezeki, diantaranya dengan menjual bumbu masakan dan alat pemanggang.
Ditengah gempuran alat pemanggang modern, rupaya kerajinan atau usaha untuk membuat alat pemanggang dari besi bekas masih ada yang menekuninya.
Seperti di sekitar kawasan Kuin Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat perajin membuat peralatan dapur dari besi.
Diantaranya, Mariana, warga Jalan Kuin Selatan Gang Karya Kecamatan Banjarmasin Barat itu, sampai saat ini usaha yang ditekuninya berpuluh – puluh tahun bersama suami masih memilih untuk mempertahankanya.
“Usaha ini memang sudah turun temurun, tetapi dalam belakang ini penjualan alat panggang mulai sepi,” kata Mariana, Rabu (21/6/2023).
Baca Juga : Kemenag Kalsel Akan Pengamatan Hilal Idul Adha di Pucuk Hotel Zuri
Baca Juga : Jelang Idul Adha Hewan Kurban Mulai Didatangkan ke Banjarmasin
Bahkan, kata Mariana proses produksi alat panggang tersebut sempat terhenti sementara waktu lantaran tidak ada yang memesan atau membeli.
Selain dijual dengan skala banyak, alat pemanggang tersebut bisa dijual satuan dengan harga bervariasi.
“Tergantung ukuran dari kecil dan besarnya panggangan,” ujarnya.
Untuk harga panggangan ukuran kecil dari tarif Rp 35.000, ukurang sedang kisaran Rp 50.000, dan ukuran besar Rp 125.000.
Dalam pembuatan alat pemanggang, pihaknya menggunakan bahan utama dari drum besi bekas penampung minyak.
“Satu drum nya bisa membuat sebanyak sepuluh alat pemanggang berukuran kecil, dan kalau ukuran besar bisa dapat dua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Mariana, menjelang Idul Adha biasanya alat pemanggang sudah banyak diburu pembeli. Namun, tahun 2023 sampai saat ini masih terbilang sepi.
“Biasanya pada saat mau lebaran Idul Adha ataupun Idul Fitri pembelian ramai, entah kenapa sekarang sepi, dulu menjual bisa berkisar ribuan pcs,” ucapnya.
Kemudian, untuk membuat satu alat pemanggang pihaknya menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Prosesnya mulai penggukiran pola dan pemotongan drum.
“Selanjutnya dibersihkan dengan serbuk kayu, berlanjut pembuatan jadi alat panggang,” pungkasnya.(airlangga)
Editor : Amran





