BANJARMASIN, klikkalsel.com – Isak tangis keluarga Akbar Riansyah (25), salah satu korban yang meninggal dunia akibat tertindih bangunan ruko Alfamart bertingkat 3, pecah saat terakhir kali melihat jasad Akbar Riansyah di Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, ketika hendak dibawa ke rumah duka di kawasan Palm, Kota Banjarbaru, Selasa (19/4/2022).
Selama 18 jam lebih melakukan evakuasi, Akbar Riansyah, menjadi korban terakhir yang dievakuasi tim gabungan dari 14 orang terperangkap reruntuhan ruko Alfamart bertingkat 3, sejak Senin (18/4/2022) kemarin sekitar pukul 17.00 Wita, di wilayah Jalan A Yani kilometer 14, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, menurut data Tagana Dinsos Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ayu, kakak kandung Akbar Riansyah, nampak diselimuti kesedihan yang mendalam lantaran tidak menyangka jika adiknya harus pergi mendahuluinya.
Didampingi Suami bernama Herby, Ayu menceritakan, adiknya ditemukan tim gabungan di bagian belakang reruntuhan yang juga sudah terselimuti lumpur.
“Dia ditemukan sangat dalam dan saat ditemukan kondisinya sudah berlumpur, kami tahu dia di foto CCTV terakhir memang ada di bagian belakang ruko,” ujarnya.
Ayu juga mengungkapkan, jika adiknya itu adalah sosok yang baik, dan sering bercanda bersama keluarga serta merupakan orang pekerja keras dalam lingkungan keluarga.
“Dia kadang tidak pulang dan tidur di tempat kerjanya” ujarnya.
Sekitar 2 minggu yang lalu, kata Ayu, dirinya sempat berbelanja ke tempat adiknya bekerja itu dan sempat berpesan untuk hati-hati dalam bekerja.
“Saya sempat berkata hati – hati kepadanya, karena tempat kamu bekerja, saya lihat bangunan seperti miring,” kata Ayu.
“Dan saat itu dia menjawab Iya ka (iih A), di atasnya itu ada tandon,” sambungnya menirukan jawaban Akbar Riansyah.
Kemudian, kata Ayu, dia sempat terakhir melihat status WhatsApp adiknya dan sudah memiliki perasaan tidak enak. Bahkan dia juga sempat menelpon istrinya Senin (18/4/2022) sekitar pukul 11.00 Wita mengatakan jika pulang agak telat.
“Status terakhir WhatsApp dia itu berkata ‘Sampai disini aja kah rejekinya’ dari itu saya sudah merasa lain dan tidak seperti biasanya,” tuturnya.
Herby kakak ipar Akbar Riansyah, menambahkan, dirinya terakhir bertemu sekitar 3 hari yang lalu dan sedang bercanda bersama keluarga.
Baca Juga : Tepat Hari Jadi Kota Banjarbaru, Walikota Resmikan ‘Rumah Kemasan’ Wadah Pusat Industri UMKM
Baca Juga : Empat Orang Meninggal Dunia Dalam Insiden Ambruknya Ruko Alfamart Gambut
“Saya sudah menganggapnya seperti adik kandung saya, dia orangnya baik dan sering bercanda sama keluarga. Kini dia telah pergi, meninggalkan istri dan seorang putra berusia 1 tahun yang baru saja berulang tahun 1 minggu lalu,” timpalnya.
Setahu Herby, adik iparnya itu sudah bekerja di alfamart sejak 2013 dan sudah sering dipindah pindah hingga menjadi kepala toko di Alfamart Jalan A Yani Kilometer 14, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar
“Saya harap dari pihak manajemen bisa mengerti, karena almarhum merupakan pegawai tetap dan memiliki anak 1 tahun yang ditinggalkan,” harapnya.
Selanjutnya, Akbar Riansyah dibawa ke rumah duka di kawasan Palm, Kota Banjarbaru menggunakan mobil ambulan rumah sakit dan akan disemayamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya setelah sholat Ashar.
Di samping itu, Ahmad Nayada (28) bungsu dari 3 bersaudara warga Jalan Handil Jambu, RT 9, Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar yang juga korban dari robohnya ruko Alfamart Gambut.

Adalah pegawai kantor distributor alat berat yang berlokasi satu bangunan dengan Alfamart Gambut yang baru saja bekerja di lokasi tersebut.
Hal itu diungkapkan, Surya (30) sepupu Ahmad Nayada
Ahmad Nayada sendiri merupakan satu dari 4 korban yang dilaporkan meninggal dunia. Dia mengalami luka cukup parah dan ditemukan tim gabungan sudah tak bernyawa beberapa jam setelah kejadian ambruknya bangunan tersebut
Ahmad Nayada, sendiri dimata Keluarga merupakan anak yang baik dan tidak pernah mengeluh.
“Kami keluarga sungguh tidak menyangka kalau dia pergi secepat ini,” kata Surya.
Surya juga mengaku jika sebelumnya dirinya dan keluarga tidak memiliki perasaan apapun
“Cuma kalau melihat story Instagram dia kemarin, sempat terpikir sih, apa iya ini pertanda dia akan pergi selamanya,” ujar Surya.
“Dia memposting story pakai lagu penyanyi Tulus yang judulnya Hati-hati di Jalan sekitar pukul 15.00 Wita kemarin,” ujarnya.
Lagu tersebut secara umum diartikan sebagai lagu perpisahan antar kekasih.
Di sisi lain, saat Surya mengobrol dengan teman almarhum, mereka sempat mengungkapkan kalau sikap Nayada agak berubah beberapa waktu belakangan.
“Dia kan baru aja ganti knalpot motornya, knalpot biasa diubah ke knalpot racing, nah menurut temannya semenjak pergantian itu sikapnya berubah ke mereka. Kalau perubahannya kurang tahu seperti apa, yang jelas kata mereka, Nayada sudah beda dari biasanya,” tutup Surya.
Kini jasad Ahmad Nayada, dimakamkan di Jalan Kelayan B, Komplek H Arpan, Kelurahan Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan. (airlangga)
Editor: Abadi





