Ini Kata Dokter, Akar Bajakah Perlu Uji yang Lebih Mendalam

Dr. Mursad saat memeriksa pasien diruang praktiknya. (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN,klikkalsel – Penemuan akar kayu Bajakah yang disebut mampu mengobati kanker payudara yang dutemukan siswa SMAN 2 Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng), Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri masih dikaji lebih dalam.

Pasalnya, pengujian pra klinik baru dilakukan pada hewan. Setelah informasi tersebut tersebar banyak terdapat penjual kayu Bajakah dadakan yang secara langsung berjualan dipinggir jalan maupun secara online.

Dr. H Mursad Abdi Sp.F mengatakan, suatu produk dapat dikatakan menjadi obat jika telah melewati beberapa tahapan dimulai dari mengindentifikasi zat aktif yang terkandung, menemukan cara kerjanya, melakukan uji praklinik sampai uji klinik.

“Suatu yang dikatakan sebagai obat perlu waktu yang dibutuhkan dalam penelitian, terkadang bisa bertahun-tahun untuk bisa lolos uji tersebut,” katannya saat ditemui klikkalsel.com diruang praktiknnya, Jumat (23/8/2019)

Ia juga menambahkan perlu dilakukannya uji klinik yaitu percobaan yang melibatkan manusia untuk membuktikan bahwa akar bajakah sebagai obat kanker. Sehingga fungsi uji tersebut sebagai efektivitas dan keamanan produk.

“Sebelum mempercayainnya kita juga harus mengetahui posisi dari pengujian produk tersebut sudah melewati tahapan mana. Ini kenapa dilakukan, untuk mencegah risiko kesehatan atau efek samping yang dapat ditimbulkan,” tambah Mursad.

Seperti halnnya akar Bajakah tunggal yang belakangan ramai diperbincangkan.”Setiap produk obat-obatan pasti memiliki efek sampingnya tersendiri,” tutupnnya.(azka)

Editor : Amran