BANJARMASIN, klikkalsel.com – Duka atas wafatnya tokoh sepak bola Kalimantan Selatan, Pius Boli Koban, masih menyelimuti keluarga dan insan olahraga Banua.
Tak terkecuali Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyempatkan diri mendatangi langsung rumah duka almarhum sebagai bentuk penghormatan dan empati.
Hasnuryadi tiba di kediaman almarhum di Jalan Sultan Adam, Kompleks H. Iyus, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, pada Senin (12/1/2026) sore, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri, mengingat Hasnuryadi juga menjabat sebagai Ketua PSSI Kalimantan Selatan. Kehadirannya menjadi simbol penghargaan atas jasa besar Pius Koban, sosok yang dikenal luas sebagai figur penting dalam perjalanan sepak bola Banua.
Semasa hidupnya, Pius Koban tak hanya dikenal sebagai pemain, tetapi juga legenda wasit yang dihormati karena ketegasan, kedisiplinan, serta integritas tinggi dalam memimpin pertandingan di lapangan hijau.
Didampingi jajaran pengurus PSSI Kalsel, Hasnuryadi menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai wujud kepedulian dan dukungan moril.
“Saya mewakili Abah dan Mama, almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB dan Hj. Siti Nurhayati, atas nama keluarga besar Hasnur Group, Barito Putera, serta PSSI Kalimantan Selatan, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Kami mendoakan almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Hasnuryadi.
Baca Juga : Tokoh Sepak Bola Kalsel Pius Boli Koban Tutup Usia, Hasnuryadi Sulaiman Kenang Semangat Beliau
Baca Juga : Peringati Hari Pahlawan Nasional Wagub Kalsel dan Istri Kunjungi Tokoh Olahraga Pius Boli Koban
Di hadapan istri almarhum, Hasnuryadi yang akrab disapa Bang Hasnur mengenang Pius Koban sebagai pribadi yang sepenuh hati mengabdikan hidupnya untuk sepak bola Kalimantan Selatan.
Ia menilai almarhum sebagai sosok yang konsisten memegang prinsip, tepat janji, serta memiliki pemahaman mendalam terhadap aturan permainan.
“Apa yang beliau ajarkan selama hidup akan menjadi nilai berharga bagi kami semua untuk diteladani dan diamalkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ucap Hasnur.
Secara pribadi, Bang Hasnur juga menyampaikan doa agar keluarga almarhum diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka.
Sementara itu, istri almarhum, Naumi Muhtinin, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Wakil Gubernur Kalsel beserta jajaran PSSI Kalimantan Selatan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Hasnur. Selama ini saya dan keluarga banyak mendapat perhatian dan bantuan dari PSSI Kalsel dan Bapak Hasnur,” tuturnya lirih.
Naumi mengenang suaminya sebagai sosok yang tak pernah lepas dari dunia sepak bola hingga akhir hayat.
“Almarhum memang sangat mencintai sepak bola, senang memimpin pertandingan, dan sampai akhir hayatnya tetap mencintai Barito Putera dan dunia sepak bola,” ungkapnya haru.
Pius Boli Koban wafat pada usia 82 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sepak bola Kalimantan Selatan. Sosok pensiunan militer tersebut dikenang luas atas dedikasi, keteladanan, dan kecintaannya terhadap olahraga.
Warisan nilai sportivitas, disiplin, serta integritas yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus sepak bola di Bumi Lambung Mangkurat.(restu)
Editor: Amran





