BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pergantian pucuk pimpinan Polri membawa harapan baru bagi masyarakat. Salah satu yang mendapat perhatian adalah sosok Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang kini resmi menjabat sebagai Kapolri.
Suyudi sebelumnya mendapat persetujuan DPR RI dalam Rapat Paripurna pada 1 Oktober 2026. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyambut baik kepemimpinan Suyudi dengan harapan agar Polri semakin profesional sekaligus dekat dengan masyarakat.
Hasnuryadi mengaku mengenal Suyudi sebagai sosok yang memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan, termasuk ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga aktivis.
“Saya mengenal Suyudi sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan. Ia bukan hanya dekat dengan para aktivis, tetapi juga menjalin hubungan baik dengan ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.” ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi mengaku beberapa kali bertemu dengan Suyudi dalam kegiatan yang melibatkan ulama dan tokoh agama.
Dari pertemuan tersebut, ia melihat langsung cara Suyudi membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
“Dari perjumpaan itu, saya melihat sendiri bagaimana ia membangun komunikasi dengan santun dan penuh penghormatan.” tuturnya.
Menurut Hasnuryadi, kedekatan dengan ulama dan tokoh masyarakat bukan hanya persoalan menghadiri kegiatan bersama. Lebih dari itu, hubungan tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi serta membuka ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan pandangan.
“Kedekatan seperti ini bukan sekadar soal hadir dalam sebuah acara, melainkan juga menunjukkan kesediaan untuk merawat silaturahmi dan mendengar pandangan masyarakat.” ujarnya.
Hasnuryadi menilai hubungan yang baik dengan berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Bagi saya, hubungan baik dengan para ulama dan tokoh masyarakat merupakan modal penting bagi seorang pemimpin Polri,” ucapnya.
Ia juga menyinggung pengalaman Suyudi selama memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum dipercaya menjadi Kapolri. Suyudi tercatat menjabat sebagai Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025 hingga sebelum dilantik sebagai Kapolri.
Baca Juga : Ketua DPD Partai Golkar Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Masuk Lima Besar Pemberitaan Skala Nasional
Menurut Hasnuryadi, penanganan persoalan narkotika membutuhkan ketegasan sekaligus kerja sama berbagai pihak.
“Apresiasi juga patut diberikan atas pengabdiannya selama memimpin Badan Narkotika Nasional. Upaya menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan kerja keras, ketegasan, serta kolaborasi banyak pihak,” kata Hasnuryadi Sulaiman.
Kini, amanah yang lebih besar berada di pundak Suyudi sebagai Kapolri. Hasnuryadi berharap pengalaman yang dimiliki serta kemampuannya membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dapat menjadi bekal dalam memimpin institusi Polri.
“Kini, amanah yang lebih besar menanti Suyudi di Polri. Saya berharap pengalaman, ketegasan, dan kemampuannya menjalin hubungan dengan berbagai kalangan dapat menjadi bekal untuk memimpin kepolisian dengan baik.” harapnya.
Ia juga berharap kedekatan Suyudi dengan ulama, tokoh agama, aktivis dan masyarakat luas dapat terus terjaga sehingga menjadi bagian dari upaya membangun keamanan dan kepercayaan publik.
“Kedekatan dengan ulama, tokoh agama, aktivis, dan masyarakat luas dapat memperkuat kerja bersama dalam menjaga keamanan serta membangun rasa percaya.” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Hasnuryadi menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi Ario Seto atas amanah barunya sebagai Kapolri.
“Selamat mengemban amanah sebagai Kapolri. Semoga Suyudi Ario Seto senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Polri yang profesional, humanis, tegas, dan semakin dipercaya masyarakat.” pungkasnya.(restu)
Editor: Amran







