BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku sejak 8 Februari 2026 mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Yudistira Bayu Budjang.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjelang bulan suci Ramadan.
“Penurunan harga BBM ini berimplikasi jelas terhadap tren pertumbuhan ekonomi, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Diketahui, PT Pertamina melakukan penyesuaian harga terhadap sejumlah jenis BBM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Tercatat, terdapat lima jenis BBM yang mengalami penurunan harga pada Februari 2026.
Baca Juga : Kemenag Kalsel : Hilal Tak Terlihat di Banjarmasin
Baca Juga : FPTI Kalsel Matangkan Program 2026 Lewat Rakerprov
Di Kalsel, harga BBM per 8 Februari 2026 yakni Pertamax Rp12.400 per liter, Pertamax Turbo Rp13.250 per liter, Dexlite Rp13.850 per liter, Pertamina Dex Rp14.100 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta Biosolar Rp6.800 per liter.
Sebelumnya, harga BBM di Kalsel juga telah mengalami penurunan pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Penurunan ini dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Yudistira berharap, kebijakan tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang bulan puasa.
“Kami berharap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga menjelang bulan puasa,” pungkasnya. (azka)
Editor : Akhmad





