Hampir Sepekan Terendam, Warga Blok E Komplek PWI Desak Pemko Banjarmasin Bangun Drainase

Kondisi air menutup padan jalan di Blok E jalur 6 komplek PWI Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga Blok E Jalur 6 Komplek PWI, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mengeluhkan kondisi banjir yang tak kunjung surut. Genangan air setinggi hampir lutut orang dewasa telah merendam kawasan permukiman tersebut selama hampir satu pekan terakhir.

Pantauan di lokasi, Sabtu (3/1/2026) siang, air masih menggenangi halaman hingga sebagian badan jalan permukiman warga. Meski di beberapa titik mulai terlihat surut, warga menyebut proses penurunan air berlangsung sangat lambat.

Kondisi ini membuat warga mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin agar segera membangun saluran pembuangan air atau drainase di kawasan tersebut.

Menurut warga, tidak adanya sistem drainase menjadi penyebab utama air sulit mengalir keluar saat hujan dan debit air sungai meningkat.

Tokoh masyarakat setempat, kerap disapa Om Ijai menjelaskan, air di kawasan ini cenderung cepat naik, namun membutuhkan waktu lama untuk surut. Selain ketiadaan drainase, aliran sungai di sekitar permukiman juga dinilai mulai tersumbat.

“Sudah hampir seminggu terendam. Awalnya cuma di pelataran rumah, tapi sekarang tingginya hampir selutut,” ujarnya.

Baca Juga : 10 Kecamatan Terendam Banjir di Kabupaten Banjar, 91 Ribu Jiwa Terdampak

Baca Juga : Operasikan Dapur Umum Banjir, Dinsos Kalsel Butuh Tambahan Relawan

Meskipun demikian, kondisi air sudah perlahan turun. Namun, terbilang lambat. Oleh karena itu pihaknya meminta adanya pembangunan drainase di kawasan tersebut.

“Memang sudah mulai sedikit surut, tapi sangat lambat. Kami minta perhatian pemerintah, terutama pembangunan drainase. Sungai di sini juga sudah mulai terhambat alirannya,” tuturnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan, baik melalui pembangunan drainase maupun normalisasi aliran sungai, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Selain kawasan permukiman, genangan air juga merendam Jalan Sungai Andai tembus Sungai Gampa. Jalan yang selama ini menjadi salah satu jalur alternatif pemecah kemacetan tersebut tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Akibatnya, tak sedikit pengendara yang kesulitan melintas. Beberapa kendaraan bahkan mogok saat mencoba menerobos genangan, ditambah kondisi badan jalan yang rusak dan tidak terlihat karena tertutup air. (airlangga)

Editor: Abadi