BANJARMASIN, klikkalsel.com – Menara Vokasi yang merupakan kegiatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ditujukan mensosialisasikan kebijakan pendidikan vokasi dan memfasilitasi kerja sama antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Atas dasar tersebut, Kemedikbud terus menggelar gebyar Menara Vokasi di seluruh Indonesia. Kali ini kegiatan gebyar menara vokasi digelar di Kalsel.
Sebanyak 76 Memorandum of Understanding (MoU) di tandatangani oleh sejumlah industrial dan lembaga usaha lainnya di Banjarmasin.
Mitra kerjasama Poliban ada sebanyak 20 MoU dengan industri dan lembaga usaha lainnya, sementara itu untuk Politeknik Tanah Laut (POLITALA) sebanyak 15 MoU, SMK sebanyak 29 MoU dan LKP sebanyak 12 MoU, hingga totalnya 76 Mou.
Direktur SMK, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek, Dr Wardani Sugiyanto, dalam hal ini sangat mengapresiasi terhadap lembaga pendidikan vokasi di Kalsel yang menjalin kerjasama dengan mitra kerja dengan baik dan harmonis.
Menurutnya, kerjasama baik dan harmonis antara pendidikan vokasi dengan dunia industri dan dunia kerja serta pemerintah daerah ini sangat baik bagi kemajuan untuk terus mencetak SDM yang handal dan bisa bersaing di dunia kerja di negeri ini.
“Untuk dipendidikan SMK itu, para praktisi atau pihak industri ikut mengajar minimal 50 jam per semesternya,” tutur Wardani, Rabu (8/12/2021).
Dengan dilibatkannya ini, kata dia, akan terjadi keselarasan antara permintaan dunia industri dan dunia kerja dengan pendidikan vokasi sebagai pencetak SDM yang siap kerja.
“Hingga penyerapan alumni pendidikan vokasi akan lebih maksimal,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Singkawang, Kalbar, H Aprizal, yang juga turut berhadir dalam kegiatan rakor SMK Negeri dan Swasta se Kalsel Dalam rangka kegiatan menara vokasi Dirjend pendidikan vokasi Kemendikbud-Ristek.
Ia mengatakan bahwa program menara vokasi ini sudah diterapkan di Singkawang, Kalbar. Dimana para siswa di Singkawang, setelah menerima program dari menara vokasi ini sangat luar biasa.
“Siswa tamatan kita, menjadi serapan terbanyak untuk tenaga kerja dunia usaha dan dunia industri,” ucapnya.
“Sekolah kita juga di singkawang saat ini menjadi sekolah unggulan di Kalbar,” sambunganya.
Sementara itu, Direktur POLITALA, Dr Mufrida Zein, menyampaikan bahwa dalam kegiatan Rakor SMK Negeri dan Swasta se Kalsel ini, POLITALA, merupakan pendamping bagi SMK se Kalsel.
Dalam hal ini beberapa permasalahan yang harus segera di selesaikan yakni link and match antara SMK dan dunia usaha saat ini.
“Kemarin kita sudah berkunjung ke salah satu industrial. Disana kita banyak mendapat pembelajaran. Mudah-mudahan dengan pertemuan itu kita bisa bersinergi dengan dunia usaha,” bebernya.
“Kita juga akan menyusun kurikulum bersama sesuai dengan program menara vokasi ini,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran





