FKDM Ujung Tombak Kewaspadaan Dini di Tengah Keberagaman Banjar

MARTAPURA, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Banjar menekankan pentingnya penguatan kewaspadaan dini masyarakat dalam menghadapi potensi konflik sosial, khususnya di tengah tingginya keberagaman latar belakang sosial di daerah.

Penegasan ini disampaikan oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) H Ikhwansyah, mewakili Bupati Banjar H Saidi Mansyur, saat membuka acara Fasilitasi Pembina dan Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Banjar. Kegiatan ini juga dibarengi dengan Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini, bertempat di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Rabu (10/9/2025).

Ikhwansyah menjelaskan bahwa masyarakat Kabupaten Banjar memiliki karakteristik yang majemuk dari segi budaya, agama, dan sosial. Meskipun keberagaman adalah kekuatan, ia juga berpotensi menimbulkan kerawanan jika tidak dikelola secara bijak.

“Kehadiran FKDM sangat strategis. Forum ini berperan sebagai ujung tombak dalam mendeteksi dan mencegah potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (ATHG),” ujar Ikhwansyah.

Menurutnya, peran FKDM melampaui sekadar “mata dan telinga” pemerintah di tingkat masyarakat. Forum ini memiliki tugas aktif mengumpulkan, memverifikasi, dan melaporkan informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah, selaras dengan semangat partisipasi masyarakat dan otonomi daerah.

Baca Juga : Pemkab Banjar dan Kemenkum Kalsel Bahas Pembentukan Posbakum di 290 Desa/Kelurahan

Baca Juga : Pemkab Banjar Gandeng Poltekkes Kaltim Tingkatkan SDM Bidan dan Ners

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, H Makmur, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali masyarakat, aparatur kecamatan, dan desa agar lebih responsif terhadap isu-isu strategis.
“Kami berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah di tingkat bawah agar mampu mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan. Di era digital saat ini, berita bohong atau hoaks adalah ancaman serius yang harus dilawan dengan kecerdasan informasi,” jelas Makmur.

Makmur mencontohkan keberhasilan meredam informasi palsu terkait aksi unjuk rasa yang sempat viral di Martapura seminggu sebelumnya, berkat gerak cepat aparat dan edukasi kepada warga.

“Kami berharap masyarakat dapat menyaring informasi yang beredar, tidak mudah terpancing, dan turut serta menjadi agen edukasi kebenaran bagi sesama,” tambahnya.

Acara ini diikuti oleh berbagai elemen, termasuk Ketua dan anggota FKDM, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Komunitas Intelijen Daerah, camat, dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Adapun narasumber yang memberikan materi pembekalan berasal dari berbagai instansi keamanan dan hukum, di antaranya Dandim 1006 Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, KBO Sat Intelkam Polres Banjar IPTU Eko Krisetiyanto, Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar A Wahid Hasyim, serta perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel Nicko Yamal. (*)

Editor: