BANJARMASIN, klikkalsel – Air mata mengalir deras dari kelopak mata Siti Bulkih (23). Ia berusaha sambil membujuk agar suaminya, Ahmad Akbar alias Amat (25), turun dari tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 80 meter.
Warga Alalak Berangas Kampung Sejumput RT 16, Gang Hasan Basry I Berangas Tengah, Kabupaten Barito Kuala (Batola) tersebut, tidak hanya membuat istrinya panik dan sempat jatuh pingsan. Penduduk setempat juga dibikin heboh atas ulah Amat yang berada diketinggian, Kamis (12/9/2018).
Menurut Karman, kejadian bermula saat Amat meninggalkan rumah pada pukul 06.00 Wita tanpa diketahui pihak keluarga.
Keluarga yang kemudian sadar Amat pergi langsung melakukan pencarian. “Sempat ketemu, Amat nya lari dan kita kejar hingga akhirnya dia naik ke menara itu,” ujar Karman yang merupakan adik Amat.
Pihak keluarga sempat membujuk Amat untuk memintanya turun dari menara. Bujukan itu tak berlaku, sehingga Amat terus memanjat hingga ke puncak bahkan sesekali melakukan manuver berbahaya yang membuat keluarga dan warga serempat berteriak histeris.
Kejadian yang menarik perhatian banyak warga tersebut ditanggapi oleh Kapolsek Berangas, A.A. Na’im dengan menghubungi Basarnas Banjarmasin yang kemudian menerjunkan personelnya.
“Kita serahkan pada pihak Basarnas, kita back up pengamanan lokasi,” ujar Kapolsek.
Personel Basarnas yang memanjat mencoba merayu Amat untuk mau diajak turun, namun Amat bergeming dan mengancam akan melompat jika petugas naik lebih tinggi lagi.
Kakak korban yang juga sempat ikut naik untuk membujuk dan membawakan minum serta rokok juga tak berhasil membujuk Amat untuk turun.
Amat sempat berpesan kepada kakaknya untuk turun dan menyampaikan kepada warga serta petugas untuk bubar.
“Kena bisa aja aku turun sorangan,” ujar salah satu petugas menirukan perkataan Amat.
Warga pun diintruksikan untuk bubar dan meninggalkan lokasi oleh pihak kepolisian. Setelah enam jam berada di puncak BTS, Amat akhirnya perlahan turun.
Ada kejadian lucu yang sempat terpantau klikkalsel.com saat Amat menuruni BTS, ia dengan santainya sempat berhenti untuk merokok dan minum air yang dibawakan kakaknya.
Menurut Markiah, warga sekitar lokasi menuturkan Amat pernah pula melakukan aksi serupa sebelumnya.
“Hari Raya Idhul Adha lalu dia jua sempat naik tapi gak sampai puncak. Sudah tiga kali dia naik ke menara ini,” pungkas Martiah. (david)
Editor : Alfarabi





