BANJARMASIN,klikkalsel.com – Setelah sempat buron, kedua pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Hartono di kawasan Jalan Bumi Mas Raya Komplek Buncit Indah C8 Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin akhirnya berhasil diringkus.
Bahkan akibat berusaha kabur saat hendak ditangkap salah satu pelaku harus merasakan panasnya pelor dari petugas untuk menghentikan langkahnya.
Penangkapan pelaku pertama, M Bagas Oktaviandy (18) dilakukan Tim Gabungan Jatanras Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Buser Polsek Banjarmasin Selatan yang di Backup oleh Unit Resmob Polda Kalsel di kawasan di Kawasan Jalan Kelayan Kecamatan Banjarmasin, Jumat (1/5/2020) sekitar pukul 13.00 Wita.
Usai menangkap Bagas, sehari kemudian petugas kembali meringkus Muhammad Ramadhani alias Amat Tokek (19) di kawasan Pasar Bijay Jalan Pekapuran Raya Banjarmasin, Sabtu (2/5/2020) sekitar pukul 19.00 Wita.
“Saat akan kita tangkap dia berusaha melarikan diri hingga harus diambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan pelaku,” ujar Kapolresta Banjarmasin melalui Kasat Reskrim, Kompol Ade Papa Rihi, Senin (4/5/2020).
Bersama para pelaku petugas juga turut mengamankan dua bilah senjata tajam jenis Mandau dan pisau yang diduga untuk menganiaya korban.
Kasat pun mengungkapkan kedua pelaku merupakan Napi Asimiliasi, sehingga kedua pelaku langsung diserahkan ke LP Teluk Dalam untuk melanjutkan masa hukumannya dan baru akan diproses kasusnya.
“Kedua pelaku akan kita jerat Pasal 170 ayat 2 KUHP karena diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegas Kasat.
Penganiayaan yang dilakukan kedua pelaku terhadap terjadi pada Rabu (29/4/2020). Korban yang saat itu melerai pengeroyokan yang dilakukan oleh kedua pelaku bersama 15 orang temannya terhadap seorang pria, Kipli.
Saat korban mengejar pelaku, salah satu pelaku, Bagas sempat mengayunkan mandu yang dibawanya ke arah tubuh korban, namun sabetan tersebut tidak menemui sasaran.
Namun nahas, korban tidak dapat menghindari serangan yang dilancarkan Amat Tokek, hingga akhirnya sebuah tusukan bersarang di dada kiri korban.
Meski sempat berusaha dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban akhirnya tak dapat diselamatkan dan menghembuskan nafas dalam perjalanan.(david)