BANJARMASIN, klikkalsel.com – Masa sekarang perempuan jangan hanya ada di dapur, sumur dan kasur. Nah, mendorong perempuan bisa berkarya dan beraktivitas di luar rumah, PW Fatayat NU Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar talk show Perempuan Merdeka.
Kegiatan yang menghadirkan pembicara Menteri Tenaga Kerja RI Ida Paujiah secara zoom meeting ini, digelar di Hotel Aria Banjarmasin, Sabtu (11/9/2021).
Dalam materinya, Ida Paujiah menyampaikan, perempuan sekarang punya kesamaan dalam hal pekerjaan. Namun, ingatnya, perempuan harus kembali ke kodratnya jika sudah ada di rumah.
“Perempuan tetap menjadi ibu bagi anak dan istri bagi suaminya,” katanya.
Di sela kegiatan, Ketua PW Fatayat NU Kalsel Hilyah Aulia menekankan, meski perempuan bisa beraktivitas, berkarya dan berprestasi tanpa harus meninggalkan kodratnya.
“Perempuan atau wanita hebat di luar, tapi ketika sudah di rumah tetaplah seorang istri dan ibu,” ingatnya.
Menurut dia, inspirasi kegiatan ini karena ingin mendorong perempuan Fatayat NU menjadi lebih hebat dan tangguh, agar bisa menjadi panutan seluruh wanita di Kalsel.
Pada kegiatan itu juga dibagikan penghargaan kepada 10 wanita inspiratif Banua, terdiri dari kalangan akedemisi, pengusaha, politisi dan aktivis sosial.
Salah satu penerima penghargaan, Syarifah Rugayah mengapresiasi, penghargaan yang diberikan Fatayat NU.
“Mudah-mudahan wanita di Kalsel lebih
maju, berkarya dan makin sosial, serta terus belajar. Jika sudah begitu, wanita tetap ingat kodratnya, apalagi ketika di rumah,” kata anggota DPRD Kalsel ini.
Begitu pula dengan Siti Wasilah yang berterima kasih karena diberi penghargaan wanita inspiratif versi Fatayat NU Kalsel.
Istri walikota Banjarmasin Ibnu Sina ini, mengatakan, penghargaan yang didapat sebagai plecut memperbaiki diri.
“Penghargaan tersebut, esensinya meski berkarya di luar rumah, tetapi tidak melupakan kodrat saat ada di rumah,” ujarnya.
Sedangkan, Rinda Herliani, mengatakan, penghargaan yang diterimanya itu bisa menginspirasi perempuan Banua agar tidak takut berpolitik, berpendidikan dan sebagainya.
“Namun tetap diingat, walaupun setinggi-tingginya dan sehebat-hebatnya perempuan, tetaplah kodratnya sebagai ibu dan teladan bagi anak-anaknya,” tukasnya. (farid)
Editor : Amran





