BANJARMASIN, klikkalsel.com – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Kota Banjarmasin, geruduk Kantor Balai Kota Banjarmasin untuk menyampaikan tuntutan tentang kebijakan dan kinerja Pemko Banjarmasin di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Ananda.
Puluhan massa aksi ini menyerukan sebanyak 12 tuntutan tentang permasalahan yang terjadi di Banjarmasin, mulai dari permasalahan sampah, Banjir Rob, BPJS, ASN hingga kasus yang baru-baru ini viral yakni pengadaan mobil listrik.
Kebijakan dan kinerja Pemko Banjarmasin saat ini dinilai tidak memberikan keberpihakan terhadap masyarakat, dan permasalahan tersebut dianggap terus berulang dan tak memiliki solusi konkret.
Fajar salah satu orator mengatakan bahwa kedatangan para mahasiswa dan rakyat ke Kantor Balai Kota Banjarmasin ini tidak untuk memicu kontroversi maupun tindakan anarkis.
Menurutnya aksi ini merupakan bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah Kota Banjarmasin yang hingga kini dianggap janggal.
β”Kami di sini tidak untuk membuat kontroversi atau kerusakan. Kami hadir demi perbaikan segera,” ucapnya, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga :Β Anggaran BPJS Dipangkas, Pemko Malah Beli Mobil Listrik, Wakil Rakyat: Prioritas Saat ini Kesehatan
Baca Juga :Β Bukan Efisiensi, Yamin Akui Pengadaan Mobil Listrik Soal Skala Prioritas
“Ada permasalahan yang terus berulang yang hingga kini tidak selesai-selesai, salah satunya masalah sampah yang berserakan di mana-mana,” lanjutnya.
βIa juga melontarkan kritik pedas mengenai arah kebijakan pemerintah yang menurutnya sudah mulai menjauh dari kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satunya seperti masalah persampahan dan pengadaan mobil listrik untuk Kepala SKPD dan Camat se Banjarmasin dengan nilai Rp5,2 miliar.
Menurutnya prioritas penggunaan anggaran saat ini terasa sangat janggal di tengah kondisi rakyat yang sedang mengalami kesulitan.
Ia pun menekankan peran mahasiswa sebagai penjaga marwah dan kontrol sosial bagi jalannya roda pemerintahan. Karena saat ini ada ketimpangan antara janji pemimpin dengan fakta yang dirasakan oleh warga di lapangan.
β
“Kami mahasiswa bukan hadir sebagai rancangan saja. Kami di sini hadir sebagai penjaga marwah rakyat. Karena kenyataan yang dilakukan Pemko Banjarmasin saat ini sudah jauh dari kata sejajar dengan pola kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa rakyat dan mahasiswa ini hingga sampai saat ini pun masih berlanjut, hingga Wali Kota Banjarmasin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin bersama seluruh SKPD menemui mahasiswa dan duduk bersama membahas seluruh tuntutan yang disampaikan.(fachrul)
Editor: Amran





