Disdik Banjarmasin Pantau Sekolah Terdampak Banjir Rob, Puluhan Satuan Pendidikan Alihkan KBM ke PJJ

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Intensitas hujan tinggi serta pasang air sungai menyebabkan banjir rob merendam sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin hingga berdampak langsung pada aktivitas pendidikan.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi satuan pendidikan yang terdampak sekaligus menentukan langkah penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Dalam peninjauannya, Ryan Utama menyasar satu Sekolah Dasar (SD) dan lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.

Dimana kedua wilayah tersebut yang tercatat mengalami dampak genangan yang paling parah akibat banjir rob yang terjadi di Kota Banjarmasin.

“Kondisi genangan cukup tinggi, bervariasi di setiap titik. Ada yang airnya hanya sampai di teras sekolah, namun ada juga yang sudah masuk hingga ke dalam ruang kelas,” ucapnya, Minggu (4/1/2026).

“Selain itu, durasi air surut juga tergolong cukup lama,” tambahnya di sela peninjauan sekolah yang terdampak banjir rob.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara dari para kepala sekolah di lima kecamatan, fenomena banjir rob ini berdampak pada puluhan satuan pendidikan dari berbagai jenjang.

“TK (PAUD) 5 Sekolah, SD 26 Sekolah, dan SMP itu 19 sekolah. Total 50 sekolah yang terdampak,” terangnya.

Baca Juga :Ā Penyaluran MBG Selama Libur Sekolah Bersifat Fleksibel, Disdik Banjarmasin Belum Pegang Data

Baca Juga :Ā Sejumlah Wilayah Kalsel Dilanda Banjir, Ketua DPRD Kalsel Dorong Relokasi Warga Bantaran Sungai

Dengan kondisi tersebut, Disdik Banjarmasin memastikan kebijakan fleksibel dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sekolah-sekolah yang lingkungannya tidak memungkinkan untuk kegiatan tatap muka, serta siswa yang akses rumahnya terendam banjir, diarahkan untuk menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekolah yang kami datangi tadi rata-rata memang akan melaksanakan full PJJ sesuai dengan Surat Edaran yang telah kami layangkan,” tuturnya.

“Ini juga berlaku baik bagi sekolah yang terendam maupun siswa yang rumahnya terdampak sehingga sulit akses keluar,” tambahnya.

Ryan juga meminta agar pihak sekolah yang terdampak banjir rob ini untuk melakukan pengamanan inventaris, agar meminimalisir adanya kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, terkait status kehadiran tenaga pendidik, ia menjelaskan adanya perbedaan kebijakan antara siswa dan guru. Meski siswa diperbolehkan belajar dari rumah, para guru tetap diwajibkan hadir ke sekolah.

“Untuk guru, karena statusnya adalah pegawai, saat ini tetap masuk ke sekolah seperti biasa,” ungkapnya.

“Kami masih menunggu koordinasi dan pemberitahuan lebih lanjut dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Banjarmasin terkait mekanisme kerja ASN di tengah situasi ini,” tandasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran