Disbudporapar Banjarmasin Beberkan Alasan Launching CoE 2026 di Bali: Bidik Promosi hingga Investasi Pariwisata

Kepala Dinas Budporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, angkat bicara perihal pelaksanaan launching Calendar of Event (CoE) 2026 yang dijadwalkan digelar di Bali.

Peluncuran agenda wisata tahunan tersebut menuai perhatian publik setelah diketahui dari laman spse.inaproc.id bahwa kegiatan dilaksanakan di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, dengan pagu anggaran sebesar Rp200 juta bersumber dari APBD 2026.

Ibnu Sabil menegaskan bahwa pemilihan Bali merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata jangka panjang bagi Banjarmasin.

“Pelaksanaan di Bali dikarenakan Bali adalah tempat destinasi wisata internasional yang berkumpulnya wisatawan dunia sehingga tempat yang sangat strategis dalam promosi wisata khususnya bagi Kota Banjarmasin yang berbenah menjadi kota wisata sehingga diharapkan bisa menjadi magnet wisatawan domestik dan internasional,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia juga menjelaskan terkait anggaran sebesar Rp200 juta tersebut. Menurutnya dalam promosi wisata memang membutuhkan dukungan pembiayaan sebagai investasi daerah yang diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Untuk promosi wisata tentu memerlukan pembiayaan, sama halnya dengan kota-kota dan provinsi lain di Indonesia sebagai modal dengan harapan feedback bagi Kota Banjarmasin untuk meningkatkan PAD serta perekonomian masyarakat dengan meningkatnya wisatawan yang datang,” jelasnya.

“Pembiayaan CoE tahun ini sudah sangat kami efisiensikan apalagi di posisi Bali sebagai kota destinasi wisata internasional,” tambahnya.

Baca Juga : Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Banjarmasin Gelontorkan Rp200 Juta, Untuk Launching CoE 2026 di Bali

Baca Juga : Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT KPK RI, Uang Sekitar Rp1 Miliar Disita

Tak hanya itu, Ibnu Sabil juga menyampaikan sejumlah potensi dan manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan launching CoE di Bali.

“Dengan promosi di daerah destinasi internasional seperti ini ruang terbuka wisata Kota Banjarmasin bisa menjadi bagian masuk ke ranah internasional,” harapnya.

Ia menerangkan bahwa pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar sebagai bagian dari penguatan jejaring pariwisata.

“Kerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar Bali lagi kita jajaki juga, sehingga mudah-mudahan kedepan travel, organisasi, komunitas, hotel, dan komunitas bisa lebih mudah masuk ke ranah saling tukar destinasi dan sasaran wisatawan domestik dan internasional,” terangnya.

Selain itu, menurutnya keberadaan penerbangan langsung Banjarmasin–Bali juga menjadi peluang besar untuk mendorong arus kunjungan wisata.

Ibnu Sabil juga memiliki harapan besar agar dampak dari kegiatan CoE Kota Banjarmasin 2026 tersebut tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi lokal.

“Harapan besar juga dengan terbukanya pintu tersebut maka UMKM, perhotelan dan lainnya dapat meningkat juga bagian dari dampak meningkatnya wisatawan yang ada di Kota Banjarmasin,” jelasnya.

“Jika terbukanya wisata kita juga diharapkan investor dari luar bisa ikut andil dalam pengembangan wisata yang ada di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran