BANJARMASIN, klikkalsel – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk Kalsel terus disuplai sesuai kebutuhan. Tapi sayang beberapa hari ini ketersediannya sepertinya terbatas.

Komisi III DPRD Kalsel baru saja bersua dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertanyakan kenyataan ketersediaan premium untuk daerah ini yang dikeluhkan masyarakat.
“Berdasarkan informasi Kementerian ESDM, suplai BBM jenis premium ke Kalsel normal disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkap Fikri, anggota Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (26/4/2018).
Politisi Partai Demokrat ini pun menduga ada yang tak beres soal bahan bakar kendaraan yang masih disubsidi pemerintah itu. “Kalau kenyataannya begitu, kita mencurigai ada penyelewengan,” tekan Fikri.
Secara matematis, ungkapnya, kuota BBM bersubsidi premium tercukupi, tapi mengapa terjadi kelangkaan, berarti ada yang tak beres. “Hal ini yang harus diluruskan,” katanya.
Atas dasar itu lah dalam waktu dekat, komisi bidang pembangunan ini berencana menggelar rapat dengan Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel untuk melacak permasalahan.
Fikri pun mengimbau kepada masyarakat yang perekonomian baik untuk tidak membeli BBM bersubsidi. “Sebab minyak bersubsidi hanya untuk masyarakat kecil,” ujarnya mengingatkan.(elo syarif)
Editor : Farid





