BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan terkait wacana pilkada DPRD di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Lambung Mangkurat, Kamis (15/1/2026), diwarnai tindakan provokatif.
Kericuhan diduga dipicu oleh ulah seorang oknum massa aksi yang menyemprotkan pilox ke arah petugas kepolisian saat mahasiswa berupaya memaksa masuk ke area Kantor DPRD Kalsel.
Dari pantauan di lapangan, aksi awalnya berlangsung dengan orasi dan penyampaian tuntutan. Namun situasi mulai memanas setelah permintaan massa agar Ketua DPRD Kalsel menemui mereka tidak mendapat respons.
Ketegangan meningkat ketika sebagian massa mencoba menerobos barikade aparat. Di tengah dorong-mendorong tersebut, seorang mahasiswa terlihat menyemprotkan pilox ke arah petugas pengamanan, sehingga memancing emosi dan memicu bentrokan terbuka.
Baca Juga : FH Uniska MAB Siap Dampingi Hukum Aksi Unjuk Rasa 1 September di DPRD Kalsel
Baca Juga : Demo Berakhir Tertib dan Salaman, Polresta Banjarmasin Apresiasi Mahasiswa
Aksi saling dorong dan pukul tak terelakkan antara aparat dan massa. Petugas berupaya mengendalikan situasi agar tidak meluas, sementara sebagian peserta aksi terlihat mencoba menenangkan rekan-rekannya.
Meski sempat mereda, beberapa waktu kemudian massa kembali mencoba masuk ke dalam gedung DPRD Kalsel. Upaya tersebut kembali diwarnai ketegangan hingga terjadi aksi dorong-mendorong lanjutan.
Akibat kericuhan tersebut, pagar gerbang Kantor DPRD Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami kerusakan dan terlepas dari engselnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun koordinator aksi terkait tindakan penyemprotan pilox tersebut. Aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi potensi lanjutan aksi. (airlangga)
Editor: Abadi





