BANJARMASIN, klikkalsel.com – Penyebaran hoaks dan aksi perundungan atau bullying menjadi perhatian serius di kalangan pelajar, terutama di tengah maraknya penggunaan media sosial.
Untuk mencegah dampak buruk tersebut, Polsek Banjarmasin Timur memberikan edukasi kepada siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Senin (19/10/2026).
Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol Morris Widhi Harto, mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam berinteraksi, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.
Dalam penyuluhan tersebut, siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya penyebaran berita bohong, penyebab dan dampak perundungan, hingga konsekuensi hukum yang dapat timbul dari tindakan tersebut.
Perhatian juga diarahkan pada perundungan yang terjadi melalui media sosial. Tindakan mengejek, menghina, atau mempermalukan orang lain di ruang digital dapat menimbulkan dampak serius bagi korban.
Begitu pula dengan penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Pelajar diingatkan agar tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Baca Juga : BEM UI Turun ke Kalsel, Soroti Empat Bulan Kabut Asap Karhutla Hingga Pemadaman Listrik Bergilir
Baca Juga : Muhidin Sentil Pemilik Lahan Terlantar di Tengah Momok Karhutla Kalsel
Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol Morris Widhi Harto menegaskan, pentingnya membangun karakter generasi muda agar mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan menolak segala bentuk perundungan.
“Polri mengajak generasi muda untuk menjadi pelajar yang cerdas, berkarakter, bertanggung jawab, serta berani menolak segala bentuk perundungan. Sebab, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun persahabatan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan meraih masa depan,” jelasnya.
Melalui program Polidik, Polsek Banjarmasin Timur berupaya menanamkan kesadaran kepada pelajar bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.
Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya Polri mendekatkan diri dengan dunia pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang harmonis, bebas dari perundungan, serta tidak menjadi tempat berkembangnya informasi palsu.
Dengan membangun kesadaran sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu menghargai sesama, dan bijak menghadapi arus informasi di era digital. (airlangga).
Editor: Abadi







